Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keseimbangan Pasar Komoditas Kakao Di Provinsi Sulawesi Selatan Zulaihah, Zulaihah; Syafiuddin; Mohammad Natsir
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, permintaan kakao akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri produk olahan berbahan baku kakao. Dilihat dari segi kuantitas kakao tidak mampu memenuhi permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga kakao. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor penawaran dan permintaan komoditas kakao dan menganalisis keseimbangan pasar kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder (time series) dari tahun 1991-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis Cobweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran komoditas kakao, secara parsial produksi kakao tahun sebelumnya, harga pupuk urea tahun sebelumnya, luas lahan kakao tahun sebelumnya dan trend berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran komoditas kakao dan signifikan, sedangkan harga biji kakao tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penawaran komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan secara parsial harga biji kakao berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan komoditas kakao, harga ekspor kakao serta volume ekspor kakao berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan komoditas kakao, dan income per kapita berpengaruh positif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap  permintaan komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Keseimbangan pasar komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan adalah nilai |b| sebesar 2,796 lebih besar dari 1 (2,796 > 1), atau dapat diartikan keseimbangan harga penawaran dan permintaan divergen (menjauhi keseimbangan). Keseimbangan pasar komoditas kakao yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan siklus yang mengarah pada eksplosi harga yaitu berfluktuasi dengan jarak yang semakin membesar.Kata kunci: permintaan, penawaran, kakao, keseimbangan pasar
Sanksi terhadap Pelanggaran Konservasi Taman Hutan Raya R. Soerjo di Mojokerto Zulaihah, Zulaihah
Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol. 4 No. 01 (2014): April 2014
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.339 KB) | DOI: 10.15642/ad.2014.4.01.25-44

Abstract

Abstract: This paper focuses on the concept of criminal (jinayah) jurisprudence toward the sanction of the conservational violation of the Taman Hutan Raya R.Soerjo (TAHURA R.Soerjo) according to Undang-Undang No. 41 tahun 1999 on Forestry. This is a qualitative research and will be analyzed descriptively with deductive framework. Some of the conservational violations in the Taman Hutan Raya R.Soerjo are entering the forest, harvesting or collecting the forests product, shepherding cattle in the forest area, damaging forest, and logging which is conducted by the surrounding community. The violations are described in article 50 Undang-Undang No. 41 tahun1999 on forestry. Penalty for violation of TAHURA R.Soerjo in SKPPKH Mojokerto region given by the local officer is in the form of guidance, warning, making a statement not to repeat the action for the second offense. However, it will be directly handed over to the police if the evidence has been sufficient. Sanction for such violations will be given by the competent authority in accordance with the legislation. The sentence is in accordance with article 78 and 79 Undang-Undang No. 41 tahun 1999. The sanction of the conservational violation of the Taman Hutan Raya R.Soerjo, in Islamic criminal law, is a part of tazir because it has not reached a nishab of theft. Keywords: Jurisprudence, jinayah, sanction, violation, conservation