Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, permintaan kakao akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri produk olahan berbahan baku kakao. Dilihat dari segi kuantitas kakao tidak mampu memenuhi permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga kakao. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor penawaran dan permintaan komoditas kakao dan menganalisis keseimbangan pasar kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder (time series) dari tahun 1991-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis Cobweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran komoditas kakao, secara parsial produksi kakao tahun sebelumnya, harga pupuk urea tahun sebelumnya, luas lahan kakao tahun sebelumnya dan trend berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran komoditas kakao dan signifikan, sedangkan harga biji kakao tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penawaran komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan secara parsial harga biji kakao berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan komoditas kakao, harga ekspor kakao serta volume ekspor kakao berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan komoditas kakao, dan income per kapita berpengaruh positif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan. Keseimbangan pasar komoditas kakao di Provinsi Sulawesi Selatan adalah nilai |b| sebesar 2,796 lebih besar dari 1 (2,796 > 1), atau dapat diartikan keseimbangan harga penawaran dan permintaan divergen (menjauhi keseimbangan). Keseimbangan pasar komoditas kakao yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan siklus yang mengarah pada eksplosi harga yaitu berfluktuasi dengan jarak yang semakin membesar.Kata kunci: permintaan, penawaran, kakao, keseimbangan pasar