Tombokan, Maryati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR PENGARUH SLOW DEEP BREATHING (SDB) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Tombokan, Maryati; Ardi, Ardi Muhammad; Hamka, Fitria; Dalle, Ambo
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i2.1941

Abstract

ABSTRAKSlow Deep Brathing merupakan metode gabungan dari napas lambat dan napas dalam yang dapat membuat relaksasi meningkat, dan merupakan bentuk terapi yang dapat digunakan untuk mendampingi terapi konvensional (medis). Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi rekomendasi pengaruh Slow Deep Breathing (SDB) terhadap kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi pustaka, dengan cara menelusuri hasil publikasi ilmiah dalam rentang waktu tahun 2015-2020 dengan memakai google scholar yang sesuai dengan kriteria hasil yang ditentukan. Hasil studi literatur dari ke-7 jurnal yang di dapatkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh Slow Deep Breathing terhadap penurunan kadar gula di dalam darah setelah dilakukan ≥ 10 menit selama 2x sehari dan dapat dilakukan ≤ 10 menit tetapi dikombinasikan dengan terapi Progresive Muscle Relaxation (PMR) atau dengan terapi murottal surah Ar-Rahman.Kata Kunci : Kadar gula darah, Diabetes Melitus, Slow Deep BreathingABSTRACTSlow Deep Brathing is combined method of slow breath and deep breath that can make relaxation increase, and is a form of therapy used to accompany therapy conventional (medical). The purpose of this literature study is to identify recommendations for the influence of Slow Deep Breathing (SDB) on blood sugar levels in people with DM Type 2. Data collection is done by using library studies, by searching for the results of scientific publications in the period 2015-2020 by using google scholar that matches the criteria of the results specified. The results of the literature study from the 7 journals obtained, can be concluded that there is an influence of Slow Deep Breathing on the decrease in sugar levels in the blood after ≥ 10 minutes for 2x a day and can be done ≤ 10 minutes but combined with therapy Progresive Muscle Relaxation (PMR) or with therapy murottal surah Ar-Rahman.Keywords: Blood Sugar Levels, Diabetes Mellitus, Slow Deep Breathing
Penerapan Terapi Relaksasi Progresif Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Anggota Keluarga Pasien Skizofrenia Di Wilayah Puskesmas Mamajang Kota Makassar Tombokan, Maryati; Sri Angriani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesia Journal of Community Deducation
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia prevalensi terkait gangguan kecemasan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta penduduk di Indonesia mengalami gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala kecemasan dan depresi. Terkait dengan keluarga yang merawat pasien jiwa dilaporkan bahwa 25% mengalami cemas ringan, 60% mengalami cemas sedang, dan 15% mengalami cemas berat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa setiap orang dapat mengalami kecemasan baik cemas ringan, sedang atau berat (Suyamto, et al., 2009). Terapi relaksasi progresif didefinisikan sebagai teknik serangkaian gerakan tubuh yang bertujuan untuk melemaskan dan memberi efek nyaman oleh seluruh tubuh (Corey, 2005) keterampilan ini dapat dipelajari oleh keluarga untuk mengurangi serta menghilangkan ketegangan sehingga menimbulkan rasa nyaman tanpa tergantung pada hal subjek diluar dirinya. Model terapi bertujuan untuk menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan punggung, memperbaiki kemampuan untuk mengatasi strees (Setyoadi dan Kushariadi, 2011). Tujuan : Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota keluarga, kader kesehatan dalam mengenali tanda dan gejala kecemasan dan penanganannya melalui penerapan latihan teknik relaksasi progresif. Metode : terdiri dari Pre test dengan mengidentifikasi tingkat kecemasan responden, sesi kedua dilanjutkan dengan pemberian penyuluhan tentang kecemasan dan latihan teknik relaksasi progresif yang diakhiri dengan evaluasi atau post test, metode yang digunakan ceramah, Tanya jawab, demonstrasi dan redemontrasi. Hasil : Dari 19 responden sebelum diberikan latihan teknik relaksasi otot progresif ada 11 orang yang tidak cemas dan meningkat setelah dilakukan menjadi 13 orang dan tidak ada kecemasan berat setelah kegiatan pelatihan 15 responden (78,9%) sudah terampil melakukan teknik relaksasi progresif dalam menurunkan kecemasan. Kesimpulan : Dengan latihan terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tingkat kecemasan anggota keluarga kader kesehatan yang mengikuti pelatihan. Saran : Diperlukan adanya penyuluhan jiwa secara berkesinambungan dan terjadwal serta perlunya pemantauan dan pengawasan dari petugas puskesmas melalui home visite atau kunjungan rumah dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan baik kecemasan ringan, sedang maupun berat.