Penelitian ini mengkaji fenomena Internet Gaming Disorder (IGD), sebuah kondisi adiktif yang semakin diakui dan menjadi perhatian global. IGD ditandai oleh pola penggunaan internet gaming yang kompulsif dan berlebihan, mengakibatkan gangguan signifikan pada fungsi kehidupan sehari-hari individu, baik di ranah personal, sosial, akademik, maupun pekerjaan. Penelitian dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh antara gaming-contingent of self-worth dan parental attachment terhadap kecenderungan internet gaming disorder pada remaja di komunitas game online. Variabel gaming-contingent of self-worth diukur dengan skala gaming-contingent of self-worth oleh Beard & Wickham (2016), variabel parental attachment diukur dengan skala Inventory of Parents and Peer Attachment (IPPA) oleh Armsden & Greenberg (1987), dan internet gaming disorder diukur dengan skala Internet Gaming Disorder Scale-Short Form (IGDS9-SF) yang dikembangkan oleh Pontes & Griffiths (2015). Penelitian ini melibatkan 155 populasi remaja dengan menggunakan teknik quota sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaming-contingent of self-worth dan parental attachment terhadap kecenderungan internet gaming disorder dengan arah positif pada variabel gaming-contingent of self-worth dan arah negatif terhadap parental attachment.