Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Konsep Teori Lima Elemen Citra Kota pada Kawasan Kota Lama Semarang Rafsyanjani, Muhammad Akbar; Purwantiasning, Ari Widyati
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.2219

Abstract

Kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kawasan yang memiliki makna tradisional dan modern pada saat ini. kutipan buku Image Of The City secara umum ialah kota harus mempunyai ciri khas dari sebuah kota. Dikarenakan kota adalah menimbulkan karateristik yang berbeda-beda. Misalkan dari Kawasan Kota Lama Semarang mempunyai ciri khas dengan penataan kota dengan sistem grid, maupun banyaknya persimpangan jalan untuk lalu lalang manusia. Maka dari itu, Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menjelaskan bagaimana penerapan Kawasan Kota Lama Semarang Jakarta dengan teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch, kemudian untuk mengkaji teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch, serta dapat menjelaskan prinsip-prinsip teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch terhadap Kawasan Kota Lama Semarang. Prinsip-prinsip lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch adalah Path, Edges, Node, District, Landmark. Oleh sebab itu, hasil dalam penelitian kali ini akan menjelaskan Kawasan Kota Lama Semarang dengan konsep teori lima elemen citra kota yang akan dijabarkan antara lain pathnya pada kawasan ini dapat menghubungkan antar bangunan, kemudian edgesnya ditunjukkan dengan pembatas jembatan berok, kemudian nodenya ditunjukkan dengan banyaknya persimpangan jalan, dan hanya sedikit titik kumpulnya, kemudian districtnya ditunjukkan dengan pola deretan bangunannya, landmarknya ditunjukkan dengan gereja blenduk.Kata kunci : Lima Elemen, Kevin Lynch, Kawasan Kota Lama Semarang
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Ruang di Pasar Kencar Jakarta Barat Rafsyanjani, Muhammad Akbar; Rahmah, Adhelia Adjani; Wati, Gina Liana; Hantono, Dedi
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 3, No 2 (2020): September (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v3i2.1328

Abstract

Pasar Kencar is an informal market located in settlement and as a route crossing with the office center. Market conditions that are quite crowded with a strategic position make it interesting to capture people's perceptions. The research was conducted using qualitative methods and descriptive approaches. Apart from literature, interviews are the main data that can explain these perceptions. The result is a positive perception expressed by traders and buyers while a negative perception comes from road users. However, buyers also felt negative perceptions with the activities of residents around the market who played chess, gambling and chatting which blocked the road/circulation. For this reason, it is necessary to carry out further research on the impact on market sustainability. 
KAJIAN KONSEP TEORI LIMA ELEMEN CITRA KOTA PADA KAWASAN KOTA TUA JAKARTA Rafsyanjani, Muhammad Akbar; Purwantiasning, Ari Widyati
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 8 No 1 (2021): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i1a3

Abstract

Abstrak_Ketika kita bicara tentang kawasan kota kita perlu membahas tentang manusia yang berada di dalamnya, dikarenakan banyak sekali ketika kita memikirkan kawasan kota tidak banyak dari mereka yang memperlihatkan dari sisi mikronya yaitu manusia Maka dari itu, penelitian ini mempermasalahkan bagaimana penerapan prinsip teori lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta, kemudian bagaimana mengkaji teori lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Dari permasalahan muncul tujuan dari penelitian ini dapat menjelaskan penerapan prinsip lima elemen citra kota pada Kawasan Kota Tua Jakarta. Adapun hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah dengan menjelaskan path, edges, node, district, dan landmark dari Kawasan Kota Tua Jakarta. Hasil yang didapat dari penelitian ini terhadap Kawasan Kota Tua Jakarta adalah Path di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan jalur kendaraan, kereta api, sungai, pedestrian, kemudian Edges di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan batasan sungai yang membatasi antara zona inti dan zona penunjang, kemudian node di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan persimpangan jalan yang terhubung ke kawasan zona inti Kota Tua Jakarta, kemudian district di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan kawasan inti dan penunjang sebagai pembeda antara distrik satu dengan yang lainnya, kemudian di dalam kawasan ini ditunjukkan dengan Museum Fatahillah.Kata kunci: Lima Elemen; Kevin Lynch; Kawasan Kota Tua Jakarta Abstract_ When we talk about the city area we need to talk about the human being in it, because there are so many things when we think that the city is not many of them that show from the side of the Micronics man, therefore, This study disputed how to apply the theory principle of five elements of the city image in the Old City area of Jakarta, then how to examine the five elements of the city image element in the Old City area of Jakarta. From the problem arising, the purpose of this research can explain the application of the principle of five components of city image in the Old City area Jakarta. The result of this research is to describe the path, edges, nodes, district, and landmarks of the Old City area of Jakarta. The result of this research on Jakarta's Old City area is Path within this region indicated by vehicle, railway, river, pedestrian, then Edges within this area are characterized by river boundary limiting Between the core zone and the supporting zone, then the nodes within this area are indicated by a crossroads connected to the core zone area of the old City of Jakarta, then district within this area is indicated by the core region and support as Differentiator between District One and another, then within this area is characterized by Fatahillah Museum.Keywords: Five Elements; Kevin Lynch; Jakarta Old Town Area.
Pendampingan Masyarakat Dalam Perencanaan Pengembangan Masjid Al-Barkah, Cipedak, Ciganjur, Jakarta Selatan Purwantiasning, Ari Widyati; Bahri, Saeful; Rafsyanjani, Muhammad Akbar; Buana, Muhammad Cakra
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4666

Abstract

Kegiatan pendampingan masyarakat dalam pengembangan perencanaan Masjid Al-Barkah di Cipedak, Ciganjur, Jakarta Selatan ini merupakan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukanoleh Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Program Studi Arsitektur FT UMJ dalam upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan masyarakat baik dalam menentukan keputusan dalam hal ini sebagai pemegang keputusan, maupun kemampuan dalam menerjemahkan sebuah kebutuhan ke dalam skematik disain. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat khususnya para pengurus masjid dan pemangku keputusan di dalam msayarakat dalam memberikan solusi disain pada perencanaan pengembangan bangunan masjid yang semula hanya satu lantai menjadi dua lantai. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam tiga tahapan kegiatan, tahap pertama meliputi observasi lapangan, kegiatan kedua berupa diskusi kelompok antar warga dan pengurus masjid dalam menentukan kebutuhan dan memberikan keputusan-keputusan terkait disain pengembangan dan tahap terakhir adalah eksekusi dari disain pengembangan perencanaan Masjid Al-Barkah yang dibantu oleh para mahasiswa Program Studi Arsitektur FT UMJ. Hasil akhir dari kegiatan pendampingan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat dalam menentukan keputusan terkait dengan disain sesuai kebutuhan pengguna dalam hal ini tentunya masyarakat sekitar Masjid Al-Barkah.