Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Return On Investment, Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, Dan Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perikanan Yang Terdaftar Di Bei Periode 2012-2016 Januardi, Lo; Dwiwahyuni, Priscillia; Surjana, Mikael; Tjiptadi, teddy; Halim, Sugiarta; Handry, Handry
AKUNTOTEKNOLOGI : JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI Vol. 13 No. 1 (2021): AKUNTOTEKNOLOGI : JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Buddhi Dharma/Fakultas Bisnis/Program Studi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/aktek.v13i1.712

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan terbesar didunia, sedangkan pada kenyataannya saat ini Indonesia masih belum mampu mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat analisis Return On Investment, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share dan Nilai Perusahaan. Metode penelitan menggunakan disiplin ilmu yang berpacu pada buku refrensi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 3(tiga) perusahaan perikanan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu PT. Central Proteina Prima, Tbk, PT. Dharma Samudera Fishing Industries,Tbk,dan PT. Inti Agri Resources, Tbk selama periode tahun 2012 sampai tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian analisis Return On Investment, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share dan Nilai Perusahaan menunjukkan hasil yang bervariatif setiap tahun nya terdapat pengaruh negatif maupun pengaruh positif.
FENOMENA KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KOTA AMBON Handry Piris
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 3, No 2 (2017): KENOSIS : JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v3i2.11

Abstract

Kekerasan adalah sebuah fenomena sosial yang seakan muncul tanpa ada ujungnya. Kekerasan dalam konteks sosial dilatarbelakangi oleh berbagi masalah. Masalah politik, hukum, ekonomi, disharmonisasi relasi sosial, SARA, etika lingkungan, masalah budaya seringkali menjadi cikal bakal terjadinya kekerasan. Dalam konteks tulisan ini kekerasan kepada anak menjadi perhatian utama karena anak merupakan anugerah Allah yang ditiitpkan kepada sebuah keluarga, dalam sebuah ikatan pernikahan yang kudus, dengan tanggung jawab untuk mendidik, menjaga/memelihara menjadi anak yang berkualitas baik dari sisi jasmani maupun rohani. Dari konteks ini “seakan” bagi sebagian masyarakat anak “tidak/kurang” dipandang sebagai anugerah dan titipan Allah dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu anak selalu menjadi objek untuk sebuah tindakan kekerasan atas dasar dan motif yang beragam. Anak cenderung dieksploitasi untuk kepentingan dan kebutuhan tertentu dari orang dewasa. Anak merupakan pewaris terhadap sebuah generasi baru. Sebagai pemegang hak waris terhadap sebuah generasi baru, seharusnya anak mendapat perlakuan yang “istimewa” baik dari aspek jasmani maupun rohani. Kekerasan terhadap anak adalah sebuah wujud nyata pembunuhan karakter terhadap pemegang hak waris sebuah generasi. Fenomena kekerasan di Ambon adalah sebuah bentuk ketidakadilan yang masif, sehingga daripadanya harus mendapat perhatian serius dari semua elemen masyarakat. Persoalan pendidikan, ekonomi serta penegakan hukum haruslah menjadi konsentrasi pemerintah dan lembaga keagamaan. Dilain sisi, peran keluarga sebagai benteng pertama dalam menghadang kekerasan kepada anak harus maksimal, disertai juga dengan peran masyarakat secara umum sebagai benteng kedua.
Dialektika Ideologi Tanah dalam Konflik Porto-Haria Handry Handry; Jozef M.N. Hehanussa; Paulus Sugeng Widjaja; Wahyu Nugroho
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.1113

Abstract

Abstract. Frequent land conflicts are often unconsiderly triggered by ideological differences. This is also what can be felt in the land conflict between the Porto and Haria communities. Therefore, this research aimed to clearly take to surface these ideological motifs by utilizing the categorization of land ideology in the Old Testament proposed by Norman C. Habel. The results of this study showed that the two conflicting societies each have an ideology that also can be found in the land ideology in the Old Testament, namely the ideology of kingship and the ideology of the ancestors. Therefore, to mediate the conflict, it is necessary to offer another ideology that does not put pressure on land ownership claims, namely the ideology of prophethood.Abstrak. Konflik tanah yang sering dijumpai seringkali tanpa disadari dipicu oleh adanya perbedaan ideologi. Hal itu jugalah yang dapat dirasakan dalam konflik tanah masyarakat Porto-Haria. Oleh karena itu, kajian ini bermaksud untuk menampilkan secara jelas ke permukaan motif-motif ideologis tersebut dengan memanfaatkan kategorisasi ideologi tanah dalam Perjanjian Lama yang dikemukakan oleh Norman C. Habel. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kedua masyarakat yang berkonflik masing-masing memiliki ideologi yang mirip dengan ideologi tanah dalam Perjanjian Lama, yaitu ideologi kerajaan dan ideologi nenek moyang. Oleh karena itu untuk menengahi konflik tersebut perlu ditawarkan ideologi lainnya yang tidak menekankan pada klaim kepemilikan tanah, yaitu ideologi kenabian.
Impact of geopolitical risk on working capital management in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) Handry, Handry; Sung Suk, Kim
Enrichment : Journal of Management Vol. 13 No. 5 (2023): December
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/enrichment.v13i5.1753

Abstract

This research aims to test whether geopolitical risk affects the working capital of company management in Indonesia. By using panel data analysis, a total of 585 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) were used as research objects. 4,044 data points were observed during the period 2013–2022 to analyze the influence of GPR (geological risk) on working capital management from three account approaches. Accounts Receivable, Accounts Payable, and Net Working Capital results show that when geopolitical tensions increase, this has a significant effect on the company's net working capital but does not have a significant impact on Accounts Receivable and Accounts Payable. Further studies are still needed to determine the extent to which geopolitical risks have an impact on company performance, especially working capital management. It is hoped that this research will be useful for policymakers to anticipate appropriate regulations in the future to help entrepreneurs and the country's economic growth. For practitioners, namely companies, business owners, and entrepreneurs, this research is expected to provide important information regarding the impact of geopolitical risk on companies, especially working capital management
Transformasi Memori “Air Raja” di Negeri Porto-Haria dari Simbol Konflik menjadi Simbol Perdamaian Handry, Handry
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1788

Abstract

Abstract. This research reveals how conflict over water sources can trigger violence and social fragmentation. The conflicts that occur are not solely due to disputes over water sources but rather are more due to the collective memory constructed by each conflicting party. One such social conflict stemming from collective memory occurred in the community of Porto-Haria Village, Saparua District, Central Maluku Regency. The conflict is related to the memory of "Air Raja" as a constantly evolving story. This research uses a qualitative approach with Miroslav Volf's ideas on collective memory as its analytical lens. The results show that peace is not the elimination of conflict, but rather the metamorphosis of memory through the work of truth, justice, and eschatological imagination codified in collective action.Abstrak. Penelitian ini mengungkap bagaimana sengketa atas sumber air dapat memicu kekerasan dan fragmentasi sosial. Konflik yang terjadi tidak semata karena sengketa atas sumber air tersebut, namun justru lebih banyak oleh karena ingatan kolektif yang dibangun oleh masing-masing pihak yang berkonflik. Konflik sosial yang bersumber dari ingatan kolektif tersebut salah satunya terjadi pada masyarakat di Negeri Porto-Haria Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Konflik yang terjadi terkait dengan ingatan “Air Raja” sebagai cerita yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pemikiran Miroslav Volf tentang memori kolektif sebagai lensa analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdamaian bukan eliminasi konflik, melainkan metamorfosis memori melalui kerja kebenaran, keadilan, dan imajinasi eskatologis yang terkodifikasi dalam tindakan kolektif.