This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Rahardjo, Budi
Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Geometrik Rencana Reaktivasi Jalur Rel Babat–Tuban Fakhrizal, Muhammad Miftah; Rahardjo, Budi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.128336

Abstract

Babat dan Tuban termasuk kedalam wilayah Gerbangkertosusila yang pembangunannya menjadi perhatian oleh pemerintah. Di situ pula, direncanakan reaktivasi jalur Jombang–Babat–Tuban yang ditargetkan selesai di tahun 2030. Jalur ini memiliki segmen jalur yang sebelumnya ditutup di tahun 1990. Meskipun begitu, telah banyak pembangunan jalan raya, pemukinan yang dilakukan di atas jalur tersebut. Maka perlu dilakukan analisis kelayakan trase yang sudah ada dan perencanaan geometri untuk trase yang dirancang. Tahap awal yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer berupa survey lapangan mengenai keadaan rel yang sudah ada, sedangkan data sekunder merupakan peta kontur, emplasemen stasiun yang ada, serta komponen rel. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap jalur yang sudah ada dan menilai mana bagian yang masih bisa digunakan dan tidak bisa. Pada bagian yang tidak bisa digunakan kembali, dilakukan perancangan beberapa trase alternatif yang kemudian dilakukan penilaian untuk memilih salah satu dari alternatif trase yang ada. Trase yang terpilih dirancang alinyemen horizontal dan vertikal, struktur, hingga emplasemen stasiun yang dilewati trase tersebut. Hasil perancangan ditemui bahwa terdapat beberapa bagian trase awal yang sudah tidak bisa digunakan akibat alih fungsi lahan menjadi pusat pemukiman dan perkotaan. Maka, dibuat trase alternatif yang mempertimbangkan aspek Aspek tata guna lahan, aspek teknis, potensi angkutan, dan aspek aksesibilitas. Trase alternatif yang dirancang merupakan jalur sepanjang 35,392 km dengan kelas jalan I yang memiliki kecepatan maksimum 120 km/jam. Dalam perancangan, dihasilkan trase dengan 24 lengkung horizontal dan 38 lengkung vertikal. Jalur ini dirancang menggunakan bantalan beton dengan jarak 60 cm antar bantalan. Sepanjang trase, kereta api akan berhenti di 3 stasiun yaitu Stasiun Babat, Stasiun Plumpang, dan Stasiun Tuban. Stasiun Babat memiliki 9 jalur dan berfungsi sebagai stasiun percabangan, Stasiun Plumpang memiliki 4 jalur, dan Stasiun Tuban memiliki 3 jalur serta berfungsi sebagai stasiun ujung.