Ermavianti, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ENTREPRENEURSHIP BUILDING BERBASIS INSTAGRAM SOLUSI PEMBELAJARAN KREATIF DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Ermavianti, Dwi
Jurnal Guru Dikmen dan Diksus Vol. 4 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dan siswa dihadapkan dalam pembelajaran jarak jauh, mata pelajaran produktif merupakan pembelajaran praktik yang membuat guru harus berpikir kreatif agar siswa tetap dapat melaksanakannya di rumah. Kesulitan yang dialami selama kegiatan belajar secara daring ini antara lain; 1) pembelajaran praktik Produk Kreatif dan Kewirausahaan terkendala daring; 2) siswa sering terkendala kuota dan sinyal; 3) tidak semua media sosial dapat memuat video/ gambar interaktif yang dapat merekam kegiatan yang dilakukan siswa; 4) pengumpulan tugas siswa tidak tepat waktu. Solusi pembelajaran yang dilakukan guru yakni dengan mengimplementasikan model pembelajaran blended learning berbasis Instagram pada siswa kelas XII Tata Kecantikan 2 sebanyak 27 orang. Model blended learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai teknologi berbasis web untuk mencapai tujuan pembelajaran, atau kombinasi dari tatap muka dengan kelas online. Dalam pelaksanaannya guru menggunakan media sosial sebagai penunjang pembelajaran yakni Instagram. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini munculnya dampak positif pada siswa yakni menjadi lebih bertanggung  jawab  dan  disiplin  (entrepreneurship) dalam  mengikuti  pembelajaran  secara online maupun offline. Pembelajaran  praktik dapat disolusikan dengan praktik di rumah dan dipresentasikan melalui live streaming Instagram, sedangkan efektivitas yang muncul adalah; 1)  sebanyak 70% siswa merasa senang karena dapat menjadi solusi praktik di rumah yang diawasi oleh guru secara daring; 2) munculnya rasa tanggung jawab siswa terhadap jadwal praktik yang telah disusun tanpa diperintah atau dipaksa; 3) munculnya rasa mandiri atas pekerjaan atau tindakan praktik yang dilakukan secara daring; 4) pengumpulan tugas siswa yang tepat waktu secara luring. Â