Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN JARINGAN DRAINASE PADA KAWASAN PERMUKIMAN KOTA SANGGAU Mulyadi, Abang
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2098.996 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.25516

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kinerja jaringan drainase pada kawasan permukiman dengan studi kasus di kota Sanggau bagian selatan. Penelitian ini meliputi pengukuran kecepatan aliran di saluran, pengukuran tinggi muka air di saluran, pengambilan sampel air, perhitungan curah hujan rencana, perhitungan intensitas hujan, perhitungan debit air limbah domestik dan kinerja jaringan drainase. Curah hujan rencana dihitung menggunakan metode Log Pearson Tipe III, intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode Mononobe, dan debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Rasional. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas saluran drainase eksisting dapat menampung curah hujan rencana dan debit air limbah rumah tangga. Wilayah penelitian ini memiliki tipe iklim A berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson. Kecepatan aliran di dekat muara saluran primer 1,90 m/detik dan kecepatan aliran di dekat muara saluran tersier adalah 2,00 m/detik. Debit aliran di dekat muara saluran primer adalah 0,002 m3/detik dan debit aliran di dekat muara saluran tersier 1 adalah 0,0001 m3/detik, saluran tersier 2 adalah 0,001 m3/detik, saluran tersier 3 adalah 0,001 m3/detik. Parameter kualitas air yang dianalisa adalah pH, DO, BOD, PO dan E.Coli Patogen. Dari empat lokasi pengambilan sampel, nilai pH berkisar antara 6,90 "“ 7,07, nilai DO berkisar antara 0 "“ 3,54 mg/l, nilai BOD berkisar antara 2,80 "“ 41,10 mg/l dan nilai PO berkisar antara 0,084 "“ 0,336. Konsentrasi total coliform masih memenuhi baku mutu air, berkisar antara 30 "“ 80 koloni/100ml. Nilai konsentrasi BOD dari hasil pengamatan cukup tinggi sehingga saluran drainase dianggap telah tercemar dan harus dikumpulkan untuk dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penampang saluran primer trapesium lebar (b) = 1,50 m, kedalaman (h) = 1,50 m dan (z) = 0,60 dengan debit rencana QR = 0,002 m3/detik dan debit eksisting Q = 2,507 m3/detik. Penampang saluran sekunder trapesium lebar (b) = 0,80 m, kedalaman (h) = 1,20 m dan (z) = 0,60 dengan debit rencana QR = 0,001 m3/detik dan debit eksisting Q = 0,457 m3/detik. Penampang saluran tersier segiempat lebar (b) = 0,40 m, kedalaman (h) = 0,50 m dengan debit rencana QR = 0,001 m3/detik dan debit eksisting Q = 0,005 m3/detik. Penampang gorong-gorong diameter (Ø) = 0,80 m, panjang (p) = 6 m dengan debit rencana QR = 1,248 m3/detik dan debit kapasitas QKaps = 1,094 m3/detik. Kapasitas dimensi saluran cukup memenuhi penilaian kinerja dengan kondisi diatas 70 "“ 90 %. Kapasitas dimensi gorong-gorong cukup memenuhi pembebanan dengan kondisi diatas 80%.  Kata kunci: drainase, permukiman, kapasitas saluran, kinerja, mutu, air limbah, kota Sanggau.