Modul berbasis hypercontent ini dapat menjadi media belajar mandiri bagi siswa. Isi materi kompleks dilengkapi dengan fitur-fitur gambar bergerak, video, serta artikel menarik lainnya yang telah disediakan dan dapat diakses secara online melui scan barcode dengan memanfaatkan aplikasi QR Code Reader pada smartphone android. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menghasilkan Modul Berbasis Hypercontent materi prinsip dasar pembuatan animasi 2D mata pelajaran animasi 2D dan 3D yang layak digunakan untuk siswa kelas XI Multimedia di SMK Muhammadiyah 2 Taman, dan (2) mengetahui manfaat penggunaan Modul Berbasis Hypercontent pada materi prinsip dasar pembuatan animasi 2D mata pelajaran animasi 2D dan 3D dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Multimedia di SMK Muhammadiyah 2 Taman. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Desain uji coba pada penelitian ini menggunakan true experimental design. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan tes. Analisis data wawancara dan angket menggunakan pengukuran skala Guttman, dan analisis data tes dihitung menggunakan teknik Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase hasil penilaian oleh ahli desain pembelajaran (RPP) sebesar 100%, uji kelayakan materi prinsip dasar animasi 2 dimensi sebesar 100%, uji kelayakan Modul Berbasis Hypercontent sebesar 100%, uji kelayakan Buku Penyerta sebesar 100%, uji coba perorangan sebesar 88%, uji coba kelompok kecil sebesar 93%, serta uji coba lapangan sebesar 96%. Hasil tersebut termasuk dalam kriteria penilaian sangat layak. Pada uji keefektivan diperoleh nilai Uhitung = 55. Kemudian Uhitung dibandingkan dengan Utabel pada taraf signifikansi (?) = 5% (0,05), didapatkan nilai Utabel = 99. Sehingga dapat diketahui Uhitung < Utabel = 55 < 99. Dengan demikian Ho ditolak atau Ha dapat diterima. Begitupun dengan nilai rata-rata beda kelompok eksperimen (Mx) adalah 36,11 dan nilai rata-rata beda kelompok kontrol (My) adalah 28,05. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan lebih besar dari pada kelompok kontrol. Data tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen setelah menggunakan Modul Berbasis Hypercontent. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan ?Modul Berbasis Hypercontent ? Prinsip Dasar Animasi 2 Dimensi? dapat digunakan secara efektif dalam kegiatan belajar mandiri siswa kelas XI Multimedia SMK Muhammadiyah 2 Taman pada saat melaksanakan magang.Kata kunci: pengembangan, modul, hypercontent, hasil belajar