Ghozali, Mohamad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Wisata dan Kunjungan Wisatawan: Efek Pendapatan Masyarakat Sekitar Objek Wisata Waduk Darma Syahbana , Andra Yudhi; Haryati, Yati; Ghozali, Mohamad
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v1i1.6

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa variabel pengembangan pariwisata dan kunjungan wisatawan dapat mempengaruhi pendapatan masyarakat sekitar baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui penelitian lapangan yaitu jenis observasi langsung untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan penelitian. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 pelaku usaha di wisata Waduk Darma. Sampel diperoleh dengan jumlah responden sebanyak 67 pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengembangan wisata (X1) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masyarakat sekitar objek wisata Waduk Darma dengan t hitung > t tabel (2,324 > 1,669) dan nilai signifikan 0,023 < 0,05 artinya secara parsial pengembangan wisata telah berpengaruh pada pendapatan. Variabel kunjungan wisatawan (X2) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pendapatan masyarakat sekitar objek wisata Waduk Darma dengan t hitung < t tabel (1,111 < 1,669) dan nilai signifikan 0,271 > 0,05 artinya secara parsial kunjungan wisatawan tidak berpengaruh pada pendapatan. Sedangkan secara simultan perkembangan pariwisata dan kunjungan wisatawan secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan masyarakat sekitar objek wisata Waduk Darma dengan nilai F hitung sebesar 7,316 yang lebih besar dari F tabel 3,14 dengan tingkat signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi (R2) sebesar 0,186 yang artinya menunjukkan bahwa kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 18,6% dan 81,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar pengembangan wisata dan kunjungan wisatawan.
Digital Islamic Economy Based on Maslahah Mursalah: Implications for Law, Regulation, and the Sustainability of the Halal Industry Ghozali, Mohamad; Wartoyo, Wartoyo; Noor, Iqbal; Disuma, Anggara; Joni
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v10i1.6777

Abstract

This study develops a Maslahah Mursalah-based conceptual framework to strengthen Sharia-compliant digital governance and halal industry sustainability. Using a qualitative normative-juridical and comparative approach, the research examines how Islamic legal principles operate within the digital regulatory systems of Indonesia, Malaysia, and the United Arab Emirates (UAE). The findings reveal that Maslahah Mursalah functions not merely as a supplementary legal argument but as a regulatory philosophy that bridges classical jurisprudence and modern digital governance. Indonesia represents a hybrid dual-authority model, Malaysia demonstrates centralized institutional integration, and the UAE applies a policy-driven innovation approach. Synthesizing these findings, the study formulates a three-dimensional model—normative (legal legitimacy), institutional (governance coordination), and practical (sustainability implementation)—that promotes coherence between Sharia ethics, regulation, and technological advancement. The research contributes to Islamic legal scholarship by repositioning Maslahah Mursalah as a proactive tool for adaptive digital regulation and provides policy recommendations for harmonizing transnational Sharia digital governance frameworks. The study concludes that embedding Maslahah-based ethics within digital transformation is vital for achieving inclusive, transparent, and sustainable halal economic systems.