- A1011131294, DESI MAHARANI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF HAK WARIS ANAK SUMBANG MENURUT HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA - A1011131294, DESI MAHARANI
Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2017): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan anugerah titipan Tuhan Yang Maha Esa, sudah seharusnya anak mendapatkan haknya dan mendapatkan yang terbaik. Anak adalah termasuk ahli waris dari orang tuanya kelak ketika mereka meninggal. Ada anak sumbang yang lahir di dalam perkawinan yang sah. Ada pula yang lahir di luar perkawinan. Jika anak sumbang lahir di dalam perkawinan yang sah, maka terhadap hak warisnya tidak menjadi masalah. Sedangkan bagi anak sumbang yang lahir di luar perkawinan, menyebabkan hak warisnya juga tidak jelas.            Dalam rencana penelitian skripsi ini penulis menggunakan Metode  penelitian  normatif. Normatif  yaitu  menganalisis data didasarkan  pada data kepustakaan menggunakan asas-asas  hukum  dan  perbandingan-perbandingan  hukum khususnya hak waris anak sumbang menurut Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan  adalah  studi kepustakaan.  Data  yang telah dikumpulkan  tersebut kemudian dianalisis dengan data kualitatif yang didukung dengan olah logika berfikir secara deduktif.          Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan dalam persamaan hak waris anak sumbang menurut hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu sama-sama dilahirkan diluar perkawinan dan tidak dapat memiliki hak waris bagi anak yang memiliki status anak sumbang. Meskipun tidak mendapatkan hak mewaris dari orang tuanya, anak sumbang tersebut mempunyai hak untuk mendapatkan nafkah dari orang tuanya sesuai kemampuan orang tuanya untuk membiayai kebutuhan sehari – hari dan kebutuhan pendidikannya. Dan perbedaan hak waris menurut Hukum Islam mempunyai hubungan hukum atau dapat menjadi ahli waris dari wanita yang melahirkannya. Sedangkan menurut hukum perdata, anak sumbang tidak dapat menjadi ahli waris dari wanita yang yang melahirkanya.Kata kunci : anak sumbang dan hak waris     Â