Pasal  1338  ayat  (1)  Kitab  Undang-Undang  Hukum  Perdata, menentukan bahwa setiap peijanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai Undang-undang bagi para pihak yang membuat peijanjian tersebut, hal ini bermakna  bahwa  setiap  peijanjian  yang  dibuat  memenuhi  syarat  sahnya peijanjian  Pasal  1320  Kitab  Undang-Undang  Hukum  Perdata,  maka peijanjian tersebut mengikat kedua belah pihak yang mengadakan peijanjian untuk dilaksanakan. Demikian  pula  halnya  seharusnya  pada  peijanjian  bagi  hasil pemeliharaan  sapi  potong,  karena  peijanjian  tersebut  sah,  maka  apa  yang dipeijanjikan  tersebut  harus  dilaksanakan  oleh  kedua  belah  pihak  dalam peijanjian, di mana pihak pemelihara sapi senantiasa memelihara sapid an tidak boleh menjual sapi yang dipeliharanya tanpa seizing pemilik sapi, dan pemilik berkewajiban membagi hasil penjualan sapi dengan perbandingan sama besarnya. Namun pada kenyataannya masih ada pihak pemelihara sapi yang belum  melaksanakan  kewajibannya  sebagaimana  yang  telah  disepakati dalam peijanjian bagi hasil pemeliharaan ternak sapi di Kelurahan Saigon, sebagai  faktor  penyebab  pemeliharaan  sapi  tidak melaksanakan  peijanjian bagi  hasil  yang  telah  disepakati  adalah  karena  Tidak  sempat memberitahukan  kepada  pemilik  sapi,  sementara  ada  pembeli  yang mendesak memerlukan sapid an dengan tawaran harga yang tinggi, karena yang hasil penjualan sapi akan dipergunakan untuk keperluan keluarga yang mendesak apabila diberitahukan kepada pemilik sapi tentu tidak akan dapat mempergunakan seluruh hasil penjualan sapi tersebut. Akibat hukum bagi para pemelihara sapi yang tidak melaksanakan peijanjian  bagi  hasil  yang  telah  disepakati  adalah  pemilik  sapi menghentikan  peijanjian  bagi  hasil  pemeliharaan  sapi,  dan  pemilik  sapi meminta seluruh hasil penualan sapi. Pemilik  sapi  belum  melakukan  upaya  apapun  salam  usaha untuk  pemenuhan  haknya  yang  tidak  dipenuhi  oleh  pihak  pemelihara sapi,  selain  hanya  memberikan  peringatan  kepada  pemeliharaan  sapi untuk  memenuhi  kewajibannya  secara  sukarela  dan  menghentikan perjanjian bagi hasil pemeliharaan sapi. Kata kunci: Bagi hasil, pemeliharaan sapi, wanprestasi