- A01112185, FADEL MUHAMMAD
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERJANJIAN “MAJAK BUAH” LANGSAT PADA MASYARAKAT DESA PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA - A01112185, FADEL MUHAMMAD
Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjanjian  majak  buah  langsat  adalah  perjanjian  yang terjadi antara pihak penjual (pemilik kebun) dengan pihak pembeli (pemajak). Pihak pembeli memiliki kewajiban membayar sejumlah uang  kepada  pihak  penjual  sebelum  buah  langsat  tersebut  siap panen atau pada saat buah langsat tersebut masih hijau. Sedangkan kewajiban pihak penjual adalah menyerahkan hak untuk memanen buah langsat tersebut pada saat panen tiba kepada pihak pembeli. Berdasarkan kebiasaan yang terjadi pada masyarakat Desa Punggur Kecil  Kecamatan  Sungai  Kakap  Kabupaten  Kubu  Raya,  buah langsat  yang telah diperjanjikan beralih pada pihak pembeli pada saat kesepakatan dan pembayaran terjadi. Jual beli dalam majak buah langsat terjadi pada saat kedua belah  pihak  sepakat  mengenai  jumlah  langsat  dan  harga  yang ditetapkan. Perhitungan harga ditentukan dari berapa banyak pohon langsat  yang  dimajakkan  dengan  menaksir  berapa  kilogram  buah langsat yang dimajak tersebut.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  empiris  dengan pendekatan  secara  deskriptif  analisis,  yaitu  dengan menggambarkan  dan  menganalisa  keadaan  yang  terjadi sebagaimana  adanya  pada  saat  penelitian  dilakukan.  Dalam penelitian ini, penulis  melakukan wawancara kepada Kepala Desa Punggur  Kecil  Kecamatan  Sungai  Kakap  Kabupaten  Kubu  Raya dan  juga  menyebar  angket  pada  pihak  pemilik  kebun  langsat  di Desa Punggur Kecil. Apabila  ditinjau  dari  ketentuan  yang  diatur  dalam KUHPerdata  mengenai  jual  beli,  maka  terdapat  perbedaan mengenai  substansinya  dimana  dalam  jual  beli  menurut KUHPerdata  yang  beralih  adalah  hak  milik,  sedangkan  jual  beli dalam  majak  buah  langsat  yang  beralih  adalah  hak  panen  yang berlaku sekali saja sehingga setelah panen selesai, maka perjanjian berakhir pula perjanjian pajak buah tersebut.  Namun  tidak  jarang  dalam  perjanjian  majak  buah  langsat pihak  penjual  melakukan  wanprestasi  dengan  cara  membatalkan perjanjian ini secara sepihak. Adapun  faktor  penyebab  pihak  penjual  melakukan wanprestasi karena adanya keperluan lain yang mendesak ataupun pihak  lain  yang  berani  menawarkan  harga  yang  lebih  tinggi  dari pihak pembeli sebelumnya.