- A01112034, RUTH PRAYSCILA SIMAMORA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERALIHAN HAK EKONOMI ATAS KARYA CIPTA BIARAWAN DENGAN SISTEM WARIS (STUDI DI GEREJA KATEDRAL SANTO YOSEF PONTIANAK) - A01112034, RUTH PRAYSCILA SIMAMORA
Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura Vol 4, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti melakukan penelitian mengenai pemberlakuan hukum bagi biarawan Katolik Roma di Indonesia terkait hak-hak dan kewajiban-kewajiban sipil, khususnya mengenai hak cipta berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta cara peralihannya secara waris wasiat (testamentaire) menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (atau KUHPerdata) dan Hukum Kanonik (spiritualitas ordo/tarekat/kongregasi). Dapat diketahui bahwa biarawan merupakan orang yang mengikatkan diri sebagai anggota Gereja Katolik Roma dalam perkumpulan bernama ordo/tarekat/kongregasi, yang bekerja dan/atau mengabdi untuk kepentingan sosial dan seturut dengan itu, menurut norma Gereja, merelakan diri untuk menyangkal sifat-sifat dan hal-hal materiil/duniawi untuk kepentingan pribadi, sehingga dampaknya turut kepada penyangkalan hak-hak dan kewajiban-kewajiban materiil sipil Negara melalui mekanisme formil (pembuatan Akta dan/atau Keterangan Sipil). Hal ini menimbulkan suatu gejala ketimpangan secara sosial (non-judicial case) terhadap kepastian hukum sipil nasional yang mana belum disesuaikan/selaras dengan Hukum Kanonik (Kitab Hukum Kanonik) terhadap kebebasan berdasarkan hak-hak biarawan sebagai manusia merdeka yang diberikan oleh hukum sipil untuk menyelenggarakan kepentingannya menurut moralitas dan nilai-nilai keadilan masyarakat Indonesia. Karena pada kenyataannya, status biarawan mengakibatkan hilangnya hak untuk melangsungkan perkawinan dan kebebasan untuk mengadakan peralihan-peralihan hak menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), khususnya waris wasiat, sebagai akibat dari perjanjian yang dilakukan biarawan dengan Gereja (secara khusus ordo/tarekat/kongregasi) secara lisan (Perjanjian Kaul). Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu dengan meneliti berbagai sumber kepustakaan sebagai sumber bahan primer serta melakukan pengambilan data sekunder berupa wawancara (interview) di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak pada Keuskupan Agung Pontianak dengan biarawan Pencipta buku dan ordo/tarekat/kongregasi biarawan sebagai Pemegang Hak Cipta atas buku. Hasil menunjukkan bahwa Hak Cipta dipegang oleh ordo/tarekat/kongregasi sebagai bagian dari otoritas Gereja atas biarawan, oleh karena biarawan tunduk kepada perjanjian kaul (perikatan) dengan ordo/tarekat/kongregasi dan akibat hukum mengenai cara-cara peralihan hak-hak, khususnya hak cipta, adalah bergantung kepada izin Pemimpin/otoritas ordo/tarekat/kongregasi menurut hukum ordo/tarekat/kongregasi, yang selanjutnya menjadi dasar untuk mengadakan prosedur peralihan haknya menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).   Kata kunci: biarawan, Hukum Kanonik (Hukum Gereja), perikatan kaul, ordo/tarekat/kongregasi, hak cipta, waris wasiat (testamentaire).