Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Tatanan Unit Terhadap Perletakan Sirkulasi Vertikal Penghuni Pada Apartemen Casa Grande Residence Utami, Utami; Nurhermaya, Asterina; Adriansyah, Ikhsan; Trisia, Riri Ayuni
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.75 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1395

Abstract

Pola Tatanan Unit Terhadap Perletakan Sirkulasi Vertikal Penghuni Pada Apartemen Casa Grande Residence UTAMI, ASTERINA NURHERMAYA, IKHSAN ADRIANSYAH, RIRI AYUNI T. Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : sterinoo@gmail.com ABSTRAK Di kota – kota besar seperti di Jakarta, masyarakat cenderung memiliki aktivitas kerja yang padat dan apartemen menjadi salah satu solusi untuk kebutuhan papan. Pengolahan unit apartemen dapat disesuaikan dengan kebutuhan golongan menengah ke atas. Akibatnya ada pengaruh terhadap perletakan sirkulasi vertikal pada bangunan apartemen untuk menunjang aksesibilitas privasi penghuni. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh pola tatanan unit terhadap perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat pada perancangan apartemen yang memiliki tingkat privasi tinggi. Studi kasus yang diangkat dalam pembahasan ini yaitu Tower Avalon Apartemen Casa Grande Residence. Metode yang digunakan untuk menganalisa yaitu dengan pendekatan analisis deskriptif secara kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas penghuni yang memiliki tingkat privasi tinggi ditentukan oleh pola tatanan unit apartemen yang terpusat dengan perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat untuk masing - masing unitnya. Sehingga privasi penghuni dapat terjaga tanpa bertemu langsung dengan penghunit apartemen lainnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek dalam mendesain pola tatanan unit apartemen dan perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat akibat dari pola tatanan unit yang terbentuk. Kata kunci: pola tatanan, sirkulasi vertikal, privasi ABSTRACT In a big city like Jakarta, people tend to have high work activites and apartment is the solution for the primary needs. Apartment unit is created by the middle to upward group needs. As a result is the effect on placing vertical circulation in a apartment building which supports private accessibility of the building occupants.The purpose of this writing is to identify the infulences of a unit pattern ordering to placing vertical circulation of the private elevator on designing apartment which has high privacy with case study in Tower Avalon Apartment Casa Grande Residences. Methods of the study is conducted by descriptive analysis qualitatively. This research produces the occupants activites which has high privacy is supported by centralized apartment unit pattern with placing vertical circulation of the private lift for each unit and the result is the occupants of the apartment are still having their privacy activites wtihout directly meet with the other apartment occupants. This study encouraged architecture student and architect for designing unit pattern of apartment and placing vertical circulation such as private lift which is effected by unit pattern. Keywords: unit pattern, vertical circulation, privacy
Pemindahan Ibu Kota Baru Jawa Barat: Altruisme versus Non-Altruisme Nurhermaya, Asterina; Sugangga, Marisa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 4 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.639 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v9i4.50

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memindahkan ibu kota Provinsi Jawa Barat dari kota Bandung ke tempat lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai kota Bandung sudah terlalu padat dan tidak layak menjadi pusat pemerintahan. Namun, masyarakat pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemikiran masyarakat yang setuju dan tidak setuju, serta menyusun model hipotesis pengelompokan pendapat tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner daring yang berisi pertanyaan terbuka. Data teks yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis konten konvensional (conventional content analysis). Dari hasil analisis terungkap dua kelompok pendapat. Pendapat yang setuju cenderung altruisme dan pendapat yang tidak setuju cenderung non- altruisme. Altruisme adalah kelompok yang mengutamakan kemajuan kota lain. Non-altruisme adalah kelompok yang mengutamakan kemajuan kota Bandung.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapat Pemindahan Ibu Kota Jawa Barat Nurhermaya, Asterina; Sugangga, Marisa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 3 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.453 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i03.51

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan pemindahan ibu kota Provinsi Jawa Barat sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan kota Bandung. Pemerintah menilai kota Bandung sudah terlalu padat dan tidak layak menjadi pusat pemerintahan. Namun, rencana pemindahan tersebut menimbulkan pro dan kontra masyarakat Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi pemindahan ibu kota Jawa Barat. Penelitian dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama dilakukan secara kualitatif dan tahap kedua secara kuantitatif. Di dalam kedua tahap penelitian ini, data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner daring yang berisi pertanyaan terbuka. Di dalam tahap pertama, data teks yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis konten konvensional. Di dalam tahap kedua, data dianalisis menggunakan analisis faktor dan regresi. Hasil dari tahap analisis kedua menunjukkan adanya dua kelompok pendapat. Kelompok responden yang setuju cenderung melihat kinerja kota Bandung yang kurang dan kelompok yang tidak setuju menilai Bandung masih layak menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat.