Beberapa jenis tumbuhan tertentu memiliki kemampuan hidup pada kondisi lingkungan dengan kandungan logam cukup tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai agen fitoremediator. Salah satu jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai akumulator logam berat adalah Cyperus esculentus. Tumbuhan ini mampu bertahan hidup pada sedimen perairan yang tercemar lumpur Lapindo yang mengandung logam Timbal (Pb) sebesar 2,57 ppm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh biomassa dan waktu detensi tumbuhan C. esculentus terhadap penurunan kadar Pb sedimen perairan yang tercemar lumpur lapindo; dan kadar Pb yang terkandung pada akar tumbuhan C. esculentus serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan C. esculentus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu biomassa tumbuhan C. esculentus (0 gram, 150 gram dan 300 gram) dan waktu detensi (7 hari dan 14 hari) dengan pengulangan 4 kali. Datapenelitian berupa penurunan kadar Pb sedimen media tanam maupun kadar Pb pada akar tumbuhan C. esculentus dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dua arah dan dilanjut uji Duncan?s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan biomassa tumbuhan dan lama waktu detensi memengaruhi penurunan kadar Pb pada sedimen media tanam dan kadar Pb pada akar tumbuhan C. esculentus. Kadar Pb tertinggi pada akar tumbuhan C. esculentus dan penurunan kadar Pb pada sedimen media tanam ditemukan pada kombinasi perlakuan biomassa 300 gram dan waktu detensi 14 hari dengan nilai berturut-turut 0,79 ppm dan 1,92 ppm.