Monumen serta Museum Pusat TNI Angkatan Udara mampu menyimpan berbagai ingatan serta menempatkan peran militer di mata masyarakat Indonesia. Hal ini yang kemudian dijadikan ide dasar dalam menentukan fokus penelitian. Menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat langkah, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini difokuskan untuk membaca dominasi militer dalam museum kedirgantaraan Indonesia. Menggunakan cara pengamatan langsung dan berbagai sumber baik primer maupun sekunder seperti monograf serta artikel, penelitian ini menunjukkan bahwa melalui public space khususnya museum, simbol dan wacana direpresentasikan untuk menunjukkan sebuah identitas agar mengendap dalam ingatan masyarakat. Dengan demikian dapat diketahui, bahwa konstruksi sejarah melalui sebuah museum yang mengandung pengalaman masa lalu merupakan sebuah hal yang tidak dapat dielakkan. Lebih dari itu, museum telah dijadikan sebagai perantara guna memperkuat impresi bahwa militer menjadi pihak yang paling berperan dalam mengembangkan sektor kedirgantaraan di Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut sejarah kedirgantaraan sejak awal digambarkan sangat lekat dengan militer, karena institusi inilah yang paling dekat dengan aktivitas ini. Meskipun penerbangan sipil sebenarnya juga memiliki peran yang signifikan, akan tetapi pada akhirnya militer tetap mendominasi sejarah kedirgantaraan di Indonesia. Kata kunci: Monumen, Museum, Militer dan Sejarah Penerbangan