Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Brawl School To Research School: Studi Kebijakan Otonomi Pendidikan di SMA Negeri 6 Yogyakarta Romadhoni, Asyif Awaludin; Supardi, Supardi; Aman, Aman
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v2i4.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kultur sekolah SMA Negeri 6 Yogyakarta. SMA Negeri 6 Yogyakarta merupakan sekolah yang pada awal tahun 2000an dikenal sebagai sekolah tawuran. Pandangan tersebut berubah ketika pertengahan tahun 2008 sekolah tersebut berbenah diri dengan mengembangan penelitian sebagai kultur sekolah. Hal ini menjadikan SMA Negeri 6 Yogyakarta dikenal sebagai The Research School of Jogja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis untuk memahami fenomena secara mendalam dan holistik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Pengembangan kultur tersebut dilatarbelakangi karena dulunya siswa SMA Negeri 6 Yogyakarta sering melakukan tawuran, sehingga penelitian dicanangkan dengan tujuan untuk menyalurkan tenaga remaja yang berlebihan. Penelitian dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal dan hal yang diwajibkan bagi peserta didik di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Pengembangan penelitian sebagai budaya sekolah dan kurikulum sekolah di SMA Negeri 6 Yogyakarta menjadi contoh bahwa sekolah memiliki otonomi khusus untuk bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.
Power Relations Between Husband and Wife in Interfaith Families in Pancasila Village Wicaksono, Harto; Khunaefi, Wildan; Rini, Hartati Sulistyo; Arsi, Antari Ayuning; Gunawan, Gunawan; Kurniawati, Dwi Wahyuni; Utama, Aji Prasetya Wahyu; Romadhoni, Asyif Awaludin
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 17 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v17i2.22635

Abstract

Research on interfaith families has largely emphasized legal frameworks and institutional constraints, often portraying them as fragile or conflict-ridden. Less attention has been given to how interfaith households negotiate power and intimacy in daily life, particularly within rural settings where pluralism has long been practiced. This article examines power relations between husbands and wives in interfaith families in Kapencar Village, Wonosobo, Indonesia. The study argues that power in such households is not simply hierarchical but negotiated through everyday practices that generate resilience and cohesion. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and participant observation with twelve interfaith families representing Muslim, Christian, Catholic, and Hindu backgrounds. The analysis highlights negotiations across religious transmission, economic collaboration, reproductive decision-making, parenting, and cultural rituals. Findings show that while relations appear egalitarian on the surface, deeper structures reveal ongoing contestation and adaptation that transform potential conflict into stability. This study contributes to family and interfaith scholarship by demonstrating that negotiation is not a deficit but a productive practice sustaining plural households. It redefines interfaith families as microcosms of pluralism and resilience, offering a lens to rethink family studies beyond legal and doctrinal concerns and toward the politics of everyday life.