Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DETEKSI DINI STUTING PADA ANAK DI TK KHADIJAH SUMBERBERAS MUNCAR BANYUWANGI TAHUN 2024: Vol 1.No 1 (2024) : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MERDEKA MEMBANGUN NEGERI (ABDIMERKA). Naimah, Ayuk
Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : STIKES BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/abdimerka.v1i1.492

Abstract

Gangguan perkembangan yang di alami oleh anak, yang sampai sekarang masih menjadi masalah yang trending dan Saat ini, Indonesia Menjadi rangking ke 5 penderita stunting di dunia. Data stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 21,6% berdasarkan hasil Survey SSGI pada tahun 2022, walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 24,4% tahun 2021, namun masih perlu upaya yang lain untuk memenuhi target penurunan stunting menurut (ePPGBM) pada 2024 terdapat 2,46 persen anak stunting, turun dari 3,53 di tahun sebelumnya. Berdasarkan angka ini berarti masih ada 2.171 anak stunting, Kabupaten Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan angka stunting dengan melakukan metode deteksi dini menimbang dan melakukan pengukuran tinggi badan dan melakukan pemberian makan tambahan. Hasil penelitian dari 60 anak di dapatkan 3 anak dengan berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya yang terindikasi stunting, sehingga perlu adanya keberlanjutan kegiatan deteksi dini stunting, kesimpulanya perlu di lakukan keberlanjutan deteksi dini dan emberikan perlakukan khusus terhadap anak dengan indikasi stunting Kata kunci : stunting, deteksi dini
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Lost To Follow Up Terapi Arv Pada Pasien Odha Di Puskesmas Kebaman Banyuwangi Naimah, Ayuk; Soyanita, Elin
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19176

Abstract

Prediksi besar masalah HIV/AIDS tersebut didasarkan atas jumlah penyalahgunaan narkotika suntik dan prostitusi yang tinggi. Keduanya merupakan factor utama yang berperan sangat besar dalam penyebaran dan penularan HIV. Lost to follow-up (LTFU) pada ODHA yang menjalani terapi ARV berhubungan erat dengan kepatuhan ARV dan menjadi peningkatan masalah pada upaya perluasan program ARV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian lost to follow up terapi ARV pada pasien ODHA di puskesmas kebaman banyuwangi 2020. Jenis penelitian ini adalah Kolerasi dengan rancangandesain Correlation analisa. sampel dalam penelitian ini 55 responden dengan teknik Total sampling. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nila sig 0,007 (P value < 0,05) yang artinnya Ho ditolak atau ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian lost to follow up pada pasien ODHA). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian lost to follow up terapi ARV pada pasien ODHA di puskesmas kebaman banyuwangi 2020.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN VIDEO EDUKASI STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING Naimah, Ayuk; Hari Andini, Ulfa
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21398

Abstract

Untuk mencegah stunting, langkah-langkah preventif bisa dimulai sejak kehamilan dini dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perubahan perilaku ibu. Kekurangan asupan energi selama kehamilan dapat berpotensi menyebabkan stunting pada anak yang lahir. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas video edukasi mengenai stunting kepada ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan terhadap pencegahan stunting di Puskesmas Tegaldlimo Banyuwangi, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest dan kelompok kontrol. Populasi yang diteliti adalah ibu hamil yang mendapatkan perawatan di puskesmas Tegaldlimo Banyuwangi. Sampel diambil dengan metode non probabilistik sebanyak 36 orang. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerima video edukasi memiliki P-value sebesar 0.000 (< α), sedangkan kelompok kontrol memiliki P-value sebesar 0.001 (< α). Ditemukan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki keterkaitan yang erat, di mana pengetahuan yang baik berdampak positif pada pengetahuan yang mendukung tindakan preventif. Penggunaan media audio visual sebagai alat pembelajaran dapat membantu mempermudah akses masyarakat terhadap informasi yang relevan. Selain itu, pendidikan kesehatan menggunakan video mampu menciptakan perubahan signifikan dalam pengetahuan dan sikap ibu terkait stunting, dan ini memperkuat kepentingan dalam mempromosikan kesehatan masyarakat.