Claim Missing Document
Check
Articles

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 13, NO. 2 TAHUN 2018 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11 No 3 (2018)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.205

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 13, NO. 2 TAHUN 2018
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 11, NO. 2 TAHUN 2018 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 11, NO. 2 TAHUN 2018
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 10, NO. 3 TAHUN 2017 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10 No 3 (2017)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 10, NO. 3 TAHUN 2017
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 1 TAHUN 2019 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.320

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 1 TAHUN 2019
DAFTAR ISI, EDITORAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 2 TAHUN 2019 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 2 TAHUN 2019
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI, JURNAL LITJAK, VOL. 13, NO. 1 TAHUN 2020 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Nomor 85/M/KPT/2020 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I tahun 2020, tanggal 1 April 2020, Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan (JPKP) telah ditetapkan sebagai Jurnal Terakreditasi Peringkat 5. Capaian tersebut menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas JPKP pada terbitan-terbitan selanjutnya melalui peningkatan mutu artikel dan penampilan jurnal dari segi desain dan tata letak. JPKP Volume 12 nomor 1 tahun 2020 memuat enam artikel dengan topik-topik yang bervariasi mulai dari pendidikan karakter, evaluasi pembelajaran, beban kerja guru, perilaku hidup sehat siswa, dan pemberian dana BOP PAUD. Asyraf Suryadin membahas tentang pola pendidikan karakter yang dapat diketahui melalui bentuk kasus kenakalan remaja serta perilaku negatif dikalangan remaja. Sedangkan, Ikhya Ulumudin menyoroti tentang penerapan kurikulum yang sudah memuat kompetensi abad 21 di Indonesia yang tidak sejalan dengan hasil Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang mengalami penurunan, hal tersebut ada kaitannya dengan proses pembelajaran yang pada kegiatan pendahuluan sudah sangat baik namun pada kegiatan inti dan penutup masih tergolong cukup terutama pada pelaksanaan pembelajaran saintifik dan dorongan guru dalam pengembangan metakognisi. Adapun Simon Sili Sabon menemukan bahwa masih banyak guru yang terkendala dalam pemenuhan beban kerja minimal sehingga mereka kehilangan peluang untuk mendapatkan tunjangan profesi. Selanjutnya, Acep Saepul Rahmat dan kawan-kawan, menyajikan bagaimana model pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media games book dapat mempengaruhi kemampuan pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar. Sementara itu, Teguh Suriyadi menyatakan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah yang berlokasi di sekitar pasar belum memuaskan karena masih banyak siswa SD yang belum menerapkan perilaku hidup sehat. Terakhir, Sudiyono dan Yunita Murdianingrum menyampaikan bahwa pemberian dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan kegiatan pembelajaran, dan meringankan beban pembiayaan orang tua siswa, namun penerimaan dana belum tepat waktu dan pemanfaatan dana juga belum sesuai dengan petunjuk teknis. Keenam artikel tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan, wawasan, dan daya kritis para pembaca terhadap kebijakan pendidikan. Akhir kata, Dewan Redaksi Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan mengucapkan selamat membaca dan semoga mendapatkan manfaat dari artikel-artikel yang disajikan.
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI, JURNAL LITJAK, VOL. 14, NO. 1 TAHUN 2021 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional secara berjenjang dari pendidikan anak usia dini sampai dengan pendidikan tinggi memang merupakan hal kompleks dan meliputi berbagai unsur yang mempengaruhinya. Implikasinya persoalan mutu pendidikan yang dianggap masih kurang memuaskan tidak dapat didekati oleh satu unsur semata, tetapi dari berbagai unsur yang langsung maupun tidak langsung mempengaruhi, melalui pendekatan holistik, sinergis, dan integratif. Tentu saja upaya itu tidak dapat dilakukan melalui tindakan dan tempat yang terbatas, apalagi di dalam substansi yang tertuang pada penerbitan jurnal ini. Upaya yang dikemukakan oleh penulis dalam jurnal ini patut diapresiasi, karena berisikan pemikiran yang diperoleh dari kegiatan penelitian yang bertujuan untuk berusaha meningkatkan mutu pendidikan nasional. Hasil kajian ini bisa menjadi masukan dan dasar bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan yang diperlukan bagi upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pada artikel pertama yang ditulis oleh Budi Susetyo dan Karwono mendekati persoalan mutu pendidikan ini dari aspek akreditasi. Tulisan bertujuan untuk membahas tentang instrumen akreditasi satuan pendidikan tahun 2020 (IASP2020) sebagai paradigma penilaian akreditasi dari berbasis pemenuhan administratif menjadi berbasis kinerja. IASP2020 fokus mengukur komponen mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah. Atas dasar itu artikel bermaksud mengkaji peta mutu pendidikan berdasarkan jenis, jenjang dan wilayah serta kinerja komponen mutu dan faktor kendala pencapaian mutu berdasarkan hasil IASP2020. Meski temuan menunjukkan bahwa mayoritas sekolah (SD/MI dan SMA/SMK) masih terakreditasi rendah, tetapi hal yang menonjol adalah pentingnya komponen mutu guru dalam mempengaruhi pencapaian mutu dibandingkan tiga komponen lainnya. Unsur guru ini memang perlu serius diperhatikan agar terus-menerus ditingkatkan kompetensinya serta didorong melakukan pengembangan profesi berkelanjutan, dan kemampuan guru untuk menerapkan hasil pelatihan yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Pada artikel kedua yang ditulis oleh Bambang Suwardi Joko dan Relisa bertujuan mengetahui strategi pembelajaran yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam masa pandemik Covid-19 dengan mengambil fokus kajian 71 kepala sekolah di Sekolah Menengah Atas di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan, sekolah menyusun rencana dengan menentukan kurikulum, yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat, atau pengembangan kurikulum sendiri. Banyak sekolah juga mengikuti kebijakan untuk menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disederhanakan. Dalam pembelajaran, media yang dianggap efektif adalah video pembelajaran, foto, dan powerpoint. Kepala Sekolah menyarankan guru dalam pemberian tugas peserta didik memakai aplikasi yang bervariasi agar peserta didik tidak bosan. Kepala Sekolah turut serta mengatasi kendala pembelajaran, yakni menyediakan kuota internet terbatas, dan memberi pelatihan pada guru mengenai penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Artikel ketiga ditulis oleh Satria Kharimul Qolbi yang secara khusus membahas tentang pendidikan anak-anak yang terdiagnosis kanker dan tumor. Menurut penulis JURNAL PENELITIAN KEBIJAK AN PENDIDIKAN Volume 14 Nomor 1/2021 pendidikan anak-anak dengan penyakit kanker dan tumor perlu diperhatikan dengan kebijakan[1]kebijakan yang disusun dan dibuat khusus. Dari hasil penelitian direkomendasikan, ada beberapa pilihan kebijakan yang dapat dilaksanakan untuk anak terdiagnosis kanker dan tumor, antara lain sistem pendidikan rumah sakit (hospital schooling), kurikulum khusus anak-anak kanker dan tumor, proses belajar anak-anak kanker dan tumor, guru-guru untuk anak-anak kanker dan tumor, fasilitas yang menyesuaikan kemampuan fisik anak-anak kanker dan keberlanjutan pendidikan anak-anak kanker. Artikel ke empat ditulis Moh Rosyid yang bertujuan untuk memahami model sekolah rumahan warga Samin di Kudus Jawa Tengah dan peran pemerintah daerah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga Samin tidak bersekolah formal, tetapi membentuk sekolah rumahan 2 dengan tujuan memproteksi generasinya agar tidak terbawa dinamika kekinian. Materi pembelajarannya berfokus pada prinsip hidup dan menjauhi lima pantangan: bedok (menuduh), colong (mencuri), pethil; jumput; dan nemu wae ora keno; pantangan menemukan barang. Pendidiknya adalah orang tua dan tokoh adat dengan obsesi nglayani, ngrawat, nglindungi ajaran Ki Samin dalam hal tata cara, tata krama, dan tata darma agar akar tradisi adiluhung terawat. Temuan itu menunjukkan pentingnya kearifan lokal untuk dipertahankan dan dilestarikan, Meski demikian negara, khususnya pemerintah daerah setempat harus hadir memberi pencerahan secara berkesinambungan, sehingga kurikulumnya mengarah pada pendidikan formal atau kesetaraan, tanpa mencabut kearifan lokal. Pendekatan pemerintah daerah dapat melalui konsep homeschooling formal dengan pendekatan persuasif. Artikel kelima ditulis oleh Simon Sili Sabon bertujuan mengevaluasi sistem pendidikan keguruan untuk sekolah dasar. Studi yang ditulis dengan memanfaatkan data sekunder dari PDDikti, BANPT, dan survei dengan mahasiswa di empat lembaga di sekitar Jakarta, menemukan bahwa sebagian besar Prodi belum terakreditasi. Prodi yang sudah terakreditasi, sebagian hanya memperoleh nilai C. Terkait standar dosen, sebagian LPTK sudah memenuhi standar minimal berpendidikan S2. Jumlah dosen pada LPTK tertentu berlebih sehingga beban kerjanya kurang dari standar. Mutu input mahasiswa sudah cukup baik. Sebagian besar mahasiswa merasa telah mendapat pengalaman memadai dari magang. Kajian merekomendasikan agar prodi penghasil guru didorong untuk meningkatkan akreditasinya, dan Kementerian dan LPTK tetap menerapkan Permendikbud 87/2013 untuk menghasilkan guru profesional. Akhirnya artikel ke enam ditulis Luther Lie bertujuan mengkaji peningkatan daya saing lulusan perguruan tinggi di Indonesia melalui nudging jurusan dan mata kuliah. Tulisan ingin mengkaji pentingnya keselarasan jurusan dengan minat dan bakat mahasiswa untuk meningkatkan daya saingnya ketika lulus, peran perguruan tinggi dalam menyediakan informasi jurusan dan mata kuliah dalam situsnya agar mahasiswa dapat memilih jurusan yang tepat, dan cara pemerintah memastikan perguruan tinggi melaksanakan peran tersebut. Studi didasarkan atas situs perguruan tinggi di Indonesia dan mancanegara, khususnya bidang sosial dan humaniora dan sains dan teknologi. Studi menyimpulkan bahwa perguruan tinggi penting menyediakan informasi jurusan dan mata kuliah dalam situsnya. Atas dasar itu diusulkan agar pemerintah mengatur yang mensyaratkan perguruan tinggi di Indonesia untuk menyediakan informasi jurusan dan mata kuliah dalam sistem elektronik untuk meningkatkan daya saing lulusan Indonesia. Selamat membaca.
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI, JURNAL LITJAK, VOL. 14, NO. 2 TAHUN 2021 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Volume 14 ini merupakan edisi kedua yang diterbitkan di tahun 2021. Ada enam artikel yang diketengahkan dalam jurnal dengan topik yang beragam, yaitu terkait dengan penerapan system kredit semester, putus sekolah, rumah sekolah, pendidikan kewarganegaraan, pembelajaran jarak jauh di perguruan tinggi, dan penerapan Model Means Ends Analysis (MEA) untuk mata pelajaran Matematis. Artikel pertama ditulis oleh Jumad, seorang guru yang menyoroti tentang penerapan system kredit semester di SMA Negeri 1 Lawang. Dari hasil studi yang lebih mendekati permasalahan secara deskriptif dikemukan bahwa penerapan Sistem Kredit Semester di sekolah ini merupakan hal yang baru dan telah sesuai dengan Permendikbud Nomor 158 Tahun 2014. Meski demikian penerapannya masih dihadapi kendala, antara lain kurangnya komitmen guru dan dukungan orang tua peserta didik yang putra-putrinya tergolong dalam kelompok belajar cepat. Hasil penelitian ini memang terkesan masih sederhana, tetapi bisa menjadi acuan dasar bagi pihak-pihak yang ingin melakukan kajian secara mendalam, terutama terkait dengan rendahnya komitmen guru dan factor-faktor yang mempengaruhi agar dapat ditarik pemahaman dan kesimpulan utuh untuk mendukung penerapan system kredit semester di sekolah sebagai alternatif pengganti system akselerasi. Artikel kedua ditulis oleh Rita Diana yang menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi siswa putus sekolah di provinsi Sumatera Barat. Dari hasil penelitiannya diidentifikasi faktor-faktor pengaruh siswa putus sekolah, antara lain faktor daerah  tempat tinggal, bekerja/tidak bekerja, menerima bansos rastra, mengurus rumah tangga, pernah/tidak pernah kawin, status dalam rumah tangga, dan lapangan usaha kepala rumah tangga mempengaruhi gagalnya seorang siswa bertahan pada bangku sekolah. Untuk penduduk usia SLTA 15 tahun ke atas yang tinggal di daerah pedesaan, bekerja, tidak menerima bansos rastra, mengurus rumah tangga, pernah kawin, bukan dalam keluarga inti, dan memiliki kepala rumah tangga yang bekerja di lapangan usaha pertanian ternyata mengalami penurunan tingkat bertahan secara signifikan. Hasil penelitian ini seyogyanya dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah setempat untuk menentukan kebijakannya guna mengurangi kecenderungan masih tingginya angka putus sekolah di wilayahnya. Lain lagi dengan Siddiq dan Salama yang menyoroti sekolah rumah sebagai salah satu bentuk pendidikan informal.  Sekolah rumah (homeschooling) hadir sebagai alternatif pilihan orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak sebagai salah satu upaya memecahkan beragam permasalahan pendidikan yang ada di masyarakat. Namun, legalitas pelaksanaan pendidikan rumah dan bagaimana pendekatan pembelajarannya masih sering menjadi persoalan. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini berupaya mengungkapkan aspek legalitas pelaksanaan pendidikan rumah dan berbagai ragam pendekatan pembelajarannya. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sekolah rumah diakui sebagai proses layanan pendidikan yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga. Pendekatan (approach) dalam praktik sekolah rumah memiliki rentang yang lebar, mulai dari model yang sangat tidak terstruktur seperti unschooling hingga yang sangat terstruktur seperti school at home.  Disarankan agar pemerintah sebagai regulator untuk membuat program-program unggulan dengan berupaya memahami cara pandang dan budaya local, sehingga dapat menunjang berkembangnya potensi minat dan bakat anak, serta nilai-nilai kearifan lokal. Disarankan pula agar memfasilitasi para praktisi sekolah rumah dengan berbagai ragam pendekatan pembelajaran yang berkembang  di jalur pendidikan Informal, keberadaan test center akan sangat mempermudah dan mendorong munculnya inisiatif dan kreativitas dalam pengembangan metode pembelajaran, model-model persekolahan. Artikel ke empat ditulis oleh irfani dan kawan-kawan yang menyoroti tentang tantangan dan prospek pendidikan kewarganegaraan. Tulisan bertujuan untuk menganalisis tantangan terhadap isu isu kewarganegaraan dalam memersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Hasil penelitian menunjukan tantangan besar negara Indonesia terutama dalam hal menjaga dasar negara Pancasila. Hal ini menunjukkan pentingnya kajian tentang pendidikan kewarganegaraan sebagai ujung tombak dalam mempersiapkan generasi yang akan mewarisi bangsa dan negara Indonesia. Pencapaian generasi emas di tahun 2045 menuntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yaitu generasi mudanya menghadapi momentum tersebut dengan baik. Pendidikan kewarganegaraan harus mampu memecahkan tantangan seperti intoleransi, ideologi bangsa lain, dan globalisasi. Prospek pendidikan kewarganegaraan dipromosikan sebagai obat yang mujarab bagi pemecahan masalah yang ada di negara Indonesia. Artikel tentang system penjaminan mutu di Perguruan Tinggi akibat pembelajaran jarakjauh, ditulis oleh Subijanto, dkk. Dikatakan pandemi Covid-19 membuat perguruan tinggi harus melakukan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi, di mana di saat yang sama harus tetap menjaga dan mengedepankan mutu pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan standar baku untuk penjaminan mutu pembelajaran jarak jauh di perguruan tinggi. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada variasi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal dan belum ada standar baku yang dapat dijadikan acuan untuk menjamin mutu pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu perlu dipikirkan adanya Tindakan untuk penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan, agar dapat menjamin mutu pembelajaran jarak jauh di perguruan tinggi. Terakhir artikel yang ditulis oleh Acep Saepul Rahmat yang menyoroti seringnya siswa menghadapi kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematik, terutama saat pandemi covid 19 dalam pembelajaran jarak jauh. Siswa kurang memahami materi secara substansi dan holistic, sehingga kesulitan memecahkan masalah numerasi matematis secara berulang. Oleh karena itu penelitian penulis mencoba menerapkan Model Means Ends Analysis (MEA) sebagai strategi menganalisis permasalahan melalui berbagai cara untuk mencapai tujuan akhir yang diinginkan. Penerapan model MEA dengan didukung media Kartu Literasi Digital (KKLD) berusaha mengetahui pengaruh terhadap kemampuan numerasi representasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan uji rerata nilai post-test kelas eksperimen adalah 80, dan kelas kontrol adalah 64,17. Perbedaan hasil uji rerata menunjukkan adanya kemampuan numerasi representasi matematis siswa kelas eksperimen lebih baik dibanding siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hal tersebut membuktikan bahwa MEA berbasis media Kartu Literasi Digital (KKLD) berpengaruh terhadap kemampuan numerasi representasi matematis siswa. Semoga apa yang ditampilkan dalam jurnal edisi kedua ini dapat memberikan manfaat, terutama bagi pihak yang berkepentingan mengambil kebijakan yang diperlukan.
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 2, NO. 2 TAHUN 2017 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.176

Abstract

Daftar Isi Daftar Isi
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 1, NO. 1 TAHUN 2016 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Litjak