Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Multiplikasi Tunas In Vitro Anggrek Phalaenopsis dan Analisis Keragaman Genetik dengan Marka SNAP: Shoot Multiplication of Phalaenopsis Orchid in BAP Treatment Medium and The Genetic Diversity Analysis of Clonal Plantlets with SNAP Marker Mira Humaira; Agus Purwito; Sudarsono; Sukma, Dewi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.532 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29149

Abstract

Perbanyakan klonal anggrek melalui kultur in vitro dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah besar propagul tanaman yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap kemampuan multiplikasi tunas dalam propagasi klonal beberapa anggrek hibrida Phalaenopsis dan menganalisis keragaman genetik menggunakan marka Pto-SNAP pada planlet klonal. Percobaan dilakukan secara terpisah pada 3 populasi tunas anggrek hibrida Phalaenopsis yaitu, tunas hasil perkecambahan biji dari Phal. amabilis x Phal. ‘KHM 421’ dengan 5 taraf perlakuan BAP (0.00, 11.09, 22.19, 33.29, 44.39 µM), tunas klon Phal. ‘Salu Spot’ x Phal. bellina ‘1102-38’ dan Phal. ‘Salu Spot’ x Phal. bellina ‘1102-44’ dengan 4 taraf perlakuan BAP (11.09, 22.19, 33.29, 44.39 µM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP terbaik untuk multiplikasi tunas pada tiga populasi yang diuji adalah 22.19 µM dengan jumlah tunas masing-masing 3.7, 4.7 dan 6.0 tunas pada 12 minggu setelah tanam (MST). Protocorm like bodies (PLBs) hanya dihasilkan pada populasi Phal. amabilis x Phal. ‘KHM 421’ dengan jumlah PLBs terbanyak perlakuan BAP 11.09 µM. Evaluasi keragaman genetik menggunakan 11 marker Pto-SNAP (single nucleotide amplified polymorphism) dilakukan pada planlet klonal Phal. ‘Salu Spot’ x Phal. bellina ‘1102-44’. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi somaklonal dari planlet yang diuji perlakuan BAP 22.19 µM dengan keragaman 7.7% pada lokus Pto-241 dan perlakuan BAP 44.39 µM dengan persen keragaman 11.1% pada lokus Pto-424. Kata kunci: marka molekuler, propagasi klonal, Pto, sitokinin, variasi somaklonal
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA DAN BUBUR PISANG PADA MEDIA MS TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK KELINCI (Dendrobium antennatum Lindl.) SECARA IN VITRO Mira Humaira; Zairin Thomy; Essy Harnelly
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.441 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2712

Abstract

Air kelapa dan bubur pisang merupakan bahan organik yang mengandung beberapa nutrisi penting bagi planlet untuk mempercepat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pemberian air kelapa dan buah pisang dalam kultur in vitro planlet anggrek kelinci (Dendrobium antennatum Lindl.) terhadap tinggi planlet, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Sel dan Molekuler Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor air kelapa dan bubur pisang. Media yang digunakan adalah media Murashige dan Skoog (MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa dan bubur pisang dalam media kultur dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan planlet anggrek D. antennatum Lindl. Penambahan air kelapa dengan konsentrasi 150 mL/L menunjukkan hasil terbaik berdasarkan parameter panjang akar dan penambahan bubur pisang dengan konsentrasi 25 g/L menunjukkan hasil terbaik berdasarkan parameter tinggi planlet.
Sosialisasi Teknik Tabulampot Untuk Tanaman Buah Di Keude Teupin Punti Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Humaira, Mira; Wirda, Zurahmi; Kembaren, Emmia Tambarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 6 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i6.36

Abstract

Keude Teupin Punti merupakan wilayah pedesaan yang lahan pertaniannya terbatas sehingga kegiatan budidaya pertanian di desa ini kurang optimal. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah teknik Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot), yaitu menanam tanaman dalam pot dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui teknik Tabulampot, seperti pemilihan media tanam, cara perawatan, dan jenis tanaman yang ditanam. Sehingga, diperlukan sosialisasi dan edukasi mengenai teknik ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Keude Teupin Punti terkait teknik Tabulampot, sehingga mereka dapat memanfaatkannya sebagai alternatif usaha pertanian yang praktis dan menguntungkan. Fakultas Pertanian memiliki akademisi yang memahami mengenai teknik tabulampot. Lokasi pengabdian masyarakat di daerah Kabupaten Aceh Utara mengingat lokasi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh yang terletak di Kabupaten Aceh Utara, maka diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat. Jenis Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) laporan pengabdian dengan status submitted, (2) jurnal pengabdian published artikel di media masa cetak/online dengan status published, (3) Surat Perjanjian Kerja Sama dengan status signed (4) HKI dengan status granted, (5) peningkatan skill mitra dengan status completed, (6) berita yang diupload di media massa online dengan status published.
Aplikasi Eco Enzyme Dan Biochar Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. var. aggregatum) Zuliati, Septiarini; Ismadi, Ismadi; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Nasution, Wahyu Isnanda; Handayani, Turi; Nazaruddin, M.; Br Sitepu, Cindy Cahyani
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20676

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran prioritas yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebaliknya peningkatan produksi bawang merah tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan pupuk organik eco enzyme yang banyak mengandung unsur hara penting bagi kesuburan tanah dan biochar sekam padi sebagai bahan amelioran yang dapat memperbaiki karakteristik tanah. Penelitian ini menggunakan bawang merah varietas Sanren dengan susunan rancangan acak kelompok  menggunakan 2 faktor dengan  tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian eco enzyme yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0: anpa pemberian eco enzyme, E1:pemberian 10 ml/l eco enzyme, dan E2 : pemberian 20 ml/l eco enzyme. Faktor kedua yaitu konsentrasi biochar dengan 3 dosis yaitu B0:tanpa pemberian biochar, B1:pemberian 15 ton/ha biochar, dan B2:pemberian 20 ton/ha biochar. Beberapa variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi per rumpun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi eco enzyme berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun serta hasil berat kering umbi per rumpun. Aplikasi biochar berpengaruh pada hasil diameter umbi per rumpun, jumlah umbi, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Aplikasi eco enzyme dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Karakteristik Morfologi Tanaman Jeruk Keprok (Citrus Raticulata L) Provinsi Aceh Akmal, Ajmir; Lubis, Uchti Nuzul Qinanti; Fridayati, Diah; Humaira, Mira
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3183

Abstract

Jeruk keprok atau jeruk mandarin merupakan sebuah jeruk yang dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Penyebaran jeruk keprok di Indonesia terdapat di beberapa daerah dataran tinggi salah satunya jeruk keprok banyak di temukan di provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Tengah. Saat ini keberadaan jeruk keprok gayo ini nyaris saja terlupakan karna banyak nya habitat jeruk keprok yang sudah mulai punah. Melihat kondisi di atas Karakteristik tanaman jeruk kerpok perlu dilakukan hal ini guna menyelamatkan genetik karakter dari pada jeruk keprok (Citrus reticulata L) di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meuriah. Pelaksanaan penelitian ini di mulai bulan Juni sampai Agustus 2024. penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman, tahap kedua yaitu identifikasi morfologi tanaman jeruk keprok lokal Aceh. Hasil penelitian di temukan karakter morfologi bentuk daun jeruk keprok (Citrus reticulata L) Aceh bedasarkan kuantitatif panjang dan lebar. Helai daunya tidak ditemukan perbedaan bentuk pada dua lokasi Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meuriah. Lebar daun berkisar 3.3 cm dan panang helainyan daunya berkisar 8,5 sampai dengan 10.08 cm. Daun ditemukan ada dua bentuk yaitu elliptic dan lanceolate, sementara yang dominan adalah bentuk lanceolate.
Pelatihan Kemandirian Pangan pada Perempuan Aceh Berbasis Kearifan Lokal Guna Menjaga Tradisi dan Penguatan Ekonomi di Desa Dayah Aron Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Humaira, Mira; Ramadhani, Almuna; Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Wirda, Zurahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 10 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i10.86

Abstract

Pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis kearifan lokal dan tradisional menjadi strategi penting dalam mendorong kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Dayah Aron, Aceh, dengan fokus pada pelatihan pembuatan jagung teukeurabe, yaitu makanan ringan tradisional Aceh yang dibuat dari campuran jagung muda parut dan kelapa parut, lalu dikukus atau dimasak dengan cara sederhana. Pelatihan ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi kuliner lokal serta menciptakan peluang ekonomi keluarga. Melalui pendekatan partisipatif, peserta dilatih mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, penyesuaian rasa, hingga penyajian dan pengemasan sederhana. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dan lahirnya produk Kanji Jagong siap saji yang dapat dipasarkan di lingkungan sekitar maupun secara daring. Kegiatan ini membuktikan bahwa satu jenis olahan tradisional dapat menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi berbasis rumah tangga
Aplikasi Pupuk NPK Dan Biochar Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Susilo, Dimas; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Humaira, Mira; Faisal, Faisal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 2025
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah termasuk komoditas yang multifungsi sehingga permintaan akan kacang tanah di Indonesia semakin bertambah. Pemanfaatan kacang tanah yang beragam ternyata tidak diikuti dengan peningkatan jumlah produksi. Produksi kacang tanah di Indonesia terus mengalami penurunan produktivitas. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah, salah satunya adalah pemupukan dan penambahan bahan organik berupa biochar sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Pupuk NPK dan Biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan kacang tanah varietas Kelinci serta menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0: tanpa pemberian pupuk NPK, N1: pemberian 20 g/plot pupuk NPK, N2: pemberian 30 g/plot pupuk NPK dan N3: pemberian 40 g/plot pupuk NPK. Faktor kedua yaitu Biochar Sekam Padi (B) terdiri dari 3 dosis yaitu B0: tanpa pemberian biochar, B1: pemberian 1 kg/plot biochar, dan B2: pemberian 2 kg/plot biochar. Beberapa variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, berat polong pertanaman, berat biji kering per plot dan berat kering 100 biji. Pemberian pupuk NPK 40 g/plot (N3) merupakan hasil terbaik untuk meningkatkan setiap peubah yang diamati. Sedangkan untuk pemberian biochar sekam padi dosis terbaik terdapat pada 2 kg/plot untuk meningkatkan peubah berat kering 100 biji. Adanya interaksi antara kombinasi perlakuan pupuk NPK 40 g/plot + biochar sekam padi 2 kg/plot pada berat kering 100 biji tanaman kacang tanah.
EFEKTIVITAS MIKORIZA CAMPURAN (GLOMUS MOSSEAE DAN GIGASPORA SP.) PADA BEBERAPA VARIETAS CABAI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) Ramadhani, Almuna; Zuliati, Syafruddin Septiarini; Zuliati, Septiarini; Fadila, Nanda; Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Humaira, Mira
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4855

Abstract

Abstract: Chili is one of the priority horticultural commodities developed because it has high economic value. However, on the other hand, increased chili production is not followed by increased productivity. Productivity can be increased through the use of mycorrhizal biofertilizers that utilize living organisms to improve soil fertility and several chili varieties that play an important role in determining productivity. The design used in this study was a factorial randomized block design with three replications. The first treatment tested consisted of 4 levels, namely: (M0) 0 g per plant (control), (M1) 5 per plant, (M2) 10 per plant and (M3) 15 per plant, the second treatment was: varieties PM-999 (V1), Lado F1 (V2) and CTH-01 (V3). The parameters observed consisted of fresh weight per plant, dry weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fresh weight of roots per plant, dry weight of roots per plant and mycorrhizal root infection. The results showed that the mycorrhizal dose treatment significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant, fresh root weight and dry root weight per plant. The best treatment was the administration of a mycorrhizal dose (M2) of 10 g per plant which generally increased mycorrhizal root infection and resulted in better chili plant production. The treatment of several chili plant varieties significantly affected the parameters of fresh weight per plant, dry weight per plant and the number of fruits per plant. The CTH-01 variety was the best variety, seen from the parameters of chili plant production. The combination of mycorrhizal dose treatment and several varieties did not show a significant interaction effect on chili production.Keywords: Mixed Mycorrhiza, Biofertilizer, Varieties, Chili Abstrak: Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, peningkatan produksi cabai tidak selalu diikuti oleh kenaikan produktivitas. Upaya untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mengandalkan organisme hidup untuk memperbaiki kesuburan tanah, serta pemilihan varietas cabai yang berperan penting dalam menentukan hasil produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan pertama terdiri atas empat taraf dosis mikoriza, yaitu (M0) 0 g per tanaman (kontrol), (M1) 5 g per tanaman, (M2) 10 g per tanaman, dan (M3) 15 g per tanaman. Perlakuan kedua berupa tiga varietas cabai: PM-999 (V1), Lado F1 (V2), dan CTH-01 (V3). Parameter yang diamati meliputi berat segar per tanaman, berat kering per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat segar akar, berat kering akar, dan tingkat infeksi akar mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman, berat kering tanaman, serta berat segar dan kering akar. Dosis 10 g per tanaman (M2) merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan infeksi akar mikoriza dan menghasilkan pertumbuhan serta produksi cabai yang lebih optimal. Perlakuan varietas juga menunjukkan pengaruh nyata terhadap berat segar, berat kering, dan jumlah buah per tanaman, di mana varietas CTH-01 memberikan hasil terbaik pada parameter produksi. Sementara itu, kombinasi antara dosis mikoriza dan varietas cabai belum menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap produksi tanaman cabai.Kata kunci: mikoriza campuran, pupuk hayati, varietas, cabai
Analisis Ketahanan Klonal Anggrek Phalaenopsis Terhadap Bakteri Dickeya Dadantii Humaira, Mira; Purwito, Agus; Sudarsono, Sudarsono; Sukma, Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4857

Abstract

Abstract: Phalaenopsis orchids are one of the ornamental plants that are very popular with the public because they have attractive flower colors and shapes. One of the obstacles in the success of orchid cultivation is the attack of soft rot disease caused by Dickeya dadantii. Therefore, efforts are needed to find Phalaenopsis clones that are resistant to soft rot disease. This study aims to identify the resistance response of the hybrid orchid genotype Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44. The plant material used was the hybrid orchid Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 inoculated with Dickeya dadantii bacteria. Identification of the resistance response was carried out through the infection method using the leaf disk technique. The results showed that the clone Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 was successfully grouped into five resistance classes at 24 JSI (hours after inoculation). A total of three accessions were identified as having resistance to soft rot disease, with two accessions originating from the 22.19 M media treatment (T2-15 and T2-17) and one other accession originating from the 44.39 M media treatment (T4-23).Keywords: orchid, Dickeya dadantii, plant resistance, leaf disk technique Abstrak: Anggrek Phalaenopsis merupakan salah satu tanaman hias yang sangat diminati masyarakat karena memiliki warna dan bentuk bunga yang menarik. Salah satu hambatan dalam keberhasilan budidaya tanaman anggrek adalah serangan penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh Dickeya dadantii. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menemukan klon Phalaenopsis yang memiliki ketahanan terhadap penyakit busuk lunak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi respons ketahanan genotipe anggrek hibrida Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44. Bahan tanaman yang digunakan berupa anggrek hibrida Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 yang diinokulasi dengan bakteri Dickeya dadantii. Identifikasi respons ketahanan dilakukan melalui metode infeksi menggunakan teknik leaf disk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon Phal. Salu Spot Phal. bellina no. 1102-44 berhasil dikelompokkan ke dalam lima kelas ketahanan pada 24 JSI (jam setelah inokulasi). Sebanyak tiga aksesi teridentifikasi memiliki ketahanan terhadap penyakit busuk lunak, dengan dua aksesi berasal dari perlakuan media 22,19 M (T2-15 dan T2-17) dan satu aksesi lainnya berasal dari perlakuan media 44,39 M (T4-23).Kata kunci: Anggrek, Dickeya dadantii, ketahanan tanaman, tekhnik leaf disk
Analisis Data Spasial Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Optimalisasi Produktivitas Padi dan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Lahan Usnawiyah, Usnawiyah; Khaidir, Khaidir; Humaira, Mira; Dhean, Tengku
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 9 No. 2 (2025): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2025
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/.v9i2.26014

Abstract

Produktivitas padi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. Kabupaten Aceh Utara, sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Aceh, menunjukkan variasi produktivitas antar wilayah yang mengindikasikan adanya ketidakefisienan dalam pemanfaatan sumber daya lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial produktivitas padi dan efisiensi penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Aceh Utara. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder yang mencakup produktivitas padi tingkat kecamatan, karakteristik lahan, topografi, curah hujan, serta citra satelit untuk analisis kondisi vegetasi, yang diolah melalui pemetaan tematik dan overlay spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi produktivitas padi dipengaruhi terutama oleh kondisi biofisik lahan, khususnya jenis tanah dan topografi, dimana wilayah dengan tanah aluvial dan topografi datar cenderung memiliki produktivitas dan efisiensi penggunaan lahan yang lebih tinggi. Pendekatan SIG memungkinkan identifikasi zona prioritas optimalisasi produktivitas padi secara spasial dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat produktivitas padi, dan analisis spasial melalui SIG dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk perencanaan pertanian yang lebih efisien.