Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ALAT PENGUKUR KADAR GULA DARAH BERBASIS IOT WEB DENGAN TEKNIK NO-INVASIVE Oxnu Siswanto, Dimas; Puji Astutik, Rini; Perdana Surya, Pressa
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Reguler Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v1i1.21

Abstract

Gula darah atau yang disebut dalam medis Gulukosa adalah suatu energi yang berasal dari metabolisme karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber utama tubuh yang di kontrol oleh insulin, gulukosa yang berlebih akan di simpan di otot dan hati apa bila di perlukan dengan cara mengalir Bersama darah ke sel-sel tubuh. Dalam kondisi normal, kadar gula darah pada orang dewasa adalah kurang dari 100 mg/dl. Pada pradiabetes, kadar gula darah puasa mengalami kenaikan dsn bisa mencapai 100-125 mg/dl. Jika kadar gula darah puasa sudah lebih dari 125 mg/dl, maka seseorang sudah dikatakan mengidap penyakit diabetes. Sedangkan rekomendasi lain dari American diabetes association (ADA) menyarankan jumlah kadar gula darah normal adalah : 80-130 miligram per desiliter (mg/dL) atau 4,4 hingga 7,2 milimol per liter (mmol/L) sebelum makan. Penelitian kali ini dilakukan dikarenakan karena tinggi penderita diabetes di Indonesia oleh sebab itu kali ini peneliti ingin memuat suatu rancang bangun yang di gunakan untuk mengetahui glukosa dalam tubuh, alat yang digunakan meliputi mikrokontroler Arduino,LCD,Power supplyd dll.
Rancang Sistem Keamanan Pada Laboratorium Berbasis Internet Of Things Menggunakan Rcwl Sebagai Pendeteksi Gerakan Triyoga, Wahyu; Ageng Suryo, Yoedo; Puji Astutik, Rini
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 6 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i6.381

Abstract

Banyak orang telah menggunakan kamera pengintai di rumah untuk memantau keadaan rumah saat ditinggalkan pemilik Rumah atau dalam kondisi kosong. Namun, tidak ada pemberitahuan langsung kepada pemilik ketika penyusup terdeteksi kamera pengawas. Dan kelemahan lainnya adalah bahwa kamera terus merekam suatu kejadian yang dapat memakan banyak ruang penyimpanan memori. Pada penelitian ini merancang atau membangun sebuah sistem keamanan pada Laboratorium berbasis Internet of Things (IoT). Sistem keamanan ini terdiri dari mikrokontroler WeMos D1 R1 sebagai pusat kendali yang sudah didukung interaksi alat dengan internet agar dapat mendukung Internet of Things (IoT). Pada penelitian ini menggunakan sensor RCWL 0516 sebagai sensor pendeteksi gerakan, sensor kamera (OV5640) sebagai sensor kamera pengawas, sensor magnetic switch untuk mengintifikasi pintu atau jendela, serta dilengkapi dengan RFID dan solenoid lock-door sebagai pengunci pintu pada Laboratorium. Sistem observasi untuk mengetahui keadaan Laboratorium dengan mendeteksi pergerakan dan mengirimkan notifikasi ke aplikasi android, serta mengirimkan notifikasi ke smartphone android dan membunyikan alarm buzzer bila pintu didobrak dan gerakan terdeteksi oleh RCWL dengan platform Internet of Things (IoT).
Integration of Weather API and IoT in an Automatic Irrigation System Based on Soil Moisture for Sugarcane Farming Khakim, Khasanul; Puji Astutik, Rini
Journal of Engineering, Technology, and Applied Science (JETAS) Vol 8 No 1: April 2026
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.jetas-0801.1020

Abstract

National sugarcane productivity in Indonesia faces significant challenges due to climate change and a reliance on rain-fed lands, as is the case in Banjarejo Village, Grobogan Regency. Prolonged drought conditions frequently lead to unstable crop growth and diminished harvest yields. This study aims to design and implement an adaptive, Internet of Things (IoT)-based automated irrigation system by integrating soil moisture sensors with weather forecast data obtained via the OpenWeatherMap Application Programming Interface (API). The system utilizes an ESP32 microcontroller as its central control unit and solar panels as its primary energy source to support sustainable agriculture. The research methodology encompasses hardware design, employing Capacitive v1.2 soil moisture sensors, a 200 Wp solar module, and a 100 Ah battery; as well as software development utilizing JSON deserialization methods on the Blynk platform. Testing results demonstrate that the sensors exhibit a remarkably high level of accuracy, with an average error rate of merely 0.528%. The integration of weather data enables the system to make more intelligent irrigation decisions; the pump activates only when soil moisture levels fall below 40% and no rainfall is forecast. Over a one-month testing period, the system achieved a 100% success rate in executing its control logic and maintaining real-time data synchronization. The use of solar panels also proved effective, generating a peak power output of 87.4 Watts under bright, sunny conditions. In conclusion, this integration of IoT technology, real-time weather data, and renewable energy successfully enhances water-use efficiency and remote monitoring effectiveness, offering an innovative solution for sugarcane farmers as they navigate dynamic environmental conditions.