Latar Belakang. Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan masalahkesehatan masyarakat yang cukup besar di tanah air. Penanggulangan yangtepat adalah melakukan pengendalian terhadap vektor. Resistensi larva nyamukAedes spp. terhadap abate (temephos) telah dilaporkan dibeberapa negara.Daun pepaya mangandung alkaloid, tanin, fenolik, saponin, flavonoid dan steroid.Perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan tanaman pepaya sebagailarvasida alternatif. Â Tujuan. Mengetahui efek larvasida dan konsentrasi optimum infusa daun pepayayang efektif untuk membunuh larva nyamuk Aedes spp. Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metodePost Test Only Control Group Design. Larva Aedes spp sebanyak 480 ekor,dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu kelompok kontrol positif (abate 0,1 g/L),kontrol negatif (aquades), kelompok perlakuan infusa daun pepaya 15%, 20%,25%, dan 30%. Masing-masing kelompok berisi 20 larva dan diulang sebanyak 4kali. Data yang diamati adalah jumlah larva yang mati dalam waktu 24 jam. Datadianalisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji MannWhitney.Hasil. Persentase kematian larva pada infusa 15% sebesar 31,25%, infusa 20%sebesar 51,25%, infusa 25% sebesar 80%, dan infusa 30% sebesar 100%.Kematian larva pada infusa daun pepaya 30% dibandingkan dengan kontrolpositif tidak terdapat perbedaan signifikan. Â Kesimpulan. Infusa daun pepaya memiliki efek larvasida terhadap larva nyamukAedes spp dan konsentrasi 30% merupakan konsentrasi larvasida terbaik. Â Kata Kunci: daun pepaya, mortalitas, larva Aedes spp.