Wicaksono, Endri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TAMAN BUDAYA KABUPATEN LANDAK Wicaksono, Endri
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2844.364 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v6i1.24948

Abstract

Taman Budaya merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Landak. Secara teknis operasional Taman Budaya memfasilitasi setiap penyelenggaraan seni budaya yang dilaksanakan oleh para seniman, budayawan, pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum. Kabupaten Landak saat ini belum mempunyai sarana dan prasarana yang memadai di bidang seni budaya, kondisi ini ditambah lagi dengan belum optimalnya pemanfaatan potensi seni budaya seperti banyaknya sanggar seni dan kekayaan budaya yang sudah ada. Keberadaan Taman Budaya Kabupaten Landak tersebut nantinya akan dapat memfasilitasi sanggar-sanggar seni maupun hasil kebudayaan, sehingga seni dan kebudayaan yang menjadi identitas daerah tersebut tidak hilang termakan zaman. Tema atau Konsep Arsitektur Kalimantan Barat diterapkan melalui perpaduan antara unsur tradisonal dengan unsur modern dengan mengedepankan nilai-nilai lokal khususnya pada etnis Dayak Kanayant. Konsep tersebut dipilih karena lokasi perancangan yang berada di Ngabang, Kabupaten Landak. Secara garis besar tema atau konsep yang diterapkan menciptakan suatu efek kohesif (menyatu) antara nilai lokal pada daerah tersebut dengan kondisi moderenisasi saat ini. Nilai lokal yang terkandung pada bangunan menghasilkan bangunan yang berbentuk persegi panjang (linier), simetris, penggunaan lantai panggung serta penanda bangunan publik sebagai hirarki pada zona tengah bangunan, sehingga hasil perancangan dapat menjadi suatu ikon bahkan identitas dari daerah tersebut. Kata kunci: Taman Budaya, Identitas, Arsitektur Kalimantan Barat