Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang menjadikan penanganan jalan sebagai prioritas dalam sasaran pembangunannya. Namun, instansi yang terkait belum mempunyai suatu metode yang jelas dalam penentuan prioritas terhadap penanganan jalan tersebut. Studi ini menawarkan suatu solusi dalam penentuan prioritas terhadap penangan jalan kabupaten dengan mengembangkan suatu prosedur penentuan prioritas penanganan jalan yang didasarkan pada kriteria-kriteria yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam studi ini penentuan kriteria dilakukan melalui literature review, wawancara dan kuesioner. Pemilihan responden didasarkan atas kemampuan / kompetensi dan keterkaitan dalam penanganan jalan di lokasi penelitian. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan pengamatan diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice. Hasil studi menunjukkan bahwa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebagai kriteria pembiayaan jalan yang sesuai dengan karakteristik wilayah adalah: pemerataan aksesibilitas, aspek biaya, pengembangan wilayah, kerusakan jalan, pengembangan ekonomi, nilai manfaat, dampak lingkungan, dan keterpaduan antar moda. Bobot kriteria tertinggi dalam analisis adalah pemerataan aksesibilitas sebesar 23,40%, sedangkan bobot kriteria terendah adalah keterpaduan antar moda sebesar 4,90%. Selain itu, studi ini juga melakukan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk mengetahui sensitivitas perubahan bobot kriteria terhadap perubahan jawaban dari responden. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa kriteria yang paling sensitif dari seluruh kriteria yang digunakan adalah kriteria aspek biaya.Kata kunci : Karakteristik wilayah, prioritas, aksesibilitas, sensitivitas.