Indonesia memiliki banyak sekali obyek wisata yang indah. Semua itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obyek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Wisatawan yang datang berkunjung merupakan sumber devisa negara yang dapat meningkatkan pendapatan negara dan masyarakat di lokasi obyek wisata. Di kabupaten Landak terdapat banyak sekali obyek wisata diantaranya adalah wisata alam, wisata sejarah dan wisata budaya. Pemerintah daerah saat ini gencar sekali mengkampanyekan potensi pariwisata yang dimiliki oleh kabupaten Landak saat ini. Dari semua obyek wisata yang dimiliki tersebut diantaranya ada yang sudah dikelola dengan baik dan ada yang masih belum terkelola, saat ini di kabupaten Landak masih banyak daerah pariwisata yang belum terkelola dengan baik, Dampak positif dari daerah pariwisata belum dirasakan oleh masyarakat sekitar daerah pariwisata dan masih kurangnya referensi untuk peningkatan objek pariwisata di kabupaten Landak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan urutan prioritas pembangunan objek pariwisata alam di kabupaten Landak berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap 40 (empat puluh) responden menggunaka kuesioner yang dilakukan pada 5 (lima) lokasi air terjun di kabupaten Landak serta pengolahan data menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) maka dapat disimpulkan bahwa Faktor daya tarik merupakan urutan pertama dengan bobot persentase sebesar 35 %, faktor sarana-prasarana di urutan kedua dengan bobot persentase sebesar 29 %, faktor pengunjung diurutan ketiga dengan bobot persentase sebesar 21 % faktor akomodasi di urutan ke empat dengan bobot persentase sebesar 15 %. kemudian urutan hasil dari lima air terjun yang diteliti menyimpulkan bahwa Riam Dait menduduki peringkat pertama dengan bobot persentase sebesar 27 %, kedua riam Banangar dengan bobot persentase sebesar 19 %, ketiga Riam Solakng dengan bobot persentase sebesar 19 %, keempat Riam Setegung memiliki bobot persentase sebesar 18 % dan terakhir di urutan kelima adalah Riam Angan dengan bobot persentase sebesar 17 %.Kata-kata kunci: prioritas, pembangunan, pariwisata, landak