Salah satu ciri Kota Sintang yang membedakannya dengan kota lain adalah keberadaan Hutan Wisata yang terletak di tengah kota. Dengan adanya Hutan Wisata ini sangat mempengaruhi lingkungan bagaimana manfaat dari hutan wisata tersebut sebagai daerah konservasi, daerah serapan karbon dan tidak kalah pentingnya sebagai tempat wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan mana saja yang boleh dibangun untuk menunjang pengembangan kawasan Taman Wisata Alam Baning dan menentukan jenis-jenis infrastruktur yang dibangun dalam menunjang penataan kawasan wisata yang ekologis. Dari penilaian Kualitas Biofisik Kawasan dapat diklasifikasikan tidak peka, hasil penilaian Objek dan Atraksi Wisata bahwa objek dan atraksi wisata Taman Wisata Alam Baning memiliki peringkat sangat potensial, dengan klasifikasi sangat sesuai untuk dikembangkan. Penilaian akseptibilitas masyarakat memiliki preferensi diklasifikasi dengan skor Tinggi (T) dan kategori sangat sesuai. Hasil analisis SWOT ada beberapa strategi yang diperoleh yaitu : Mengembangkan wisata minat, khususnya olah raga seperti lari (jogging track), wisata outbound, sarana permainan paintball, sarana edukasi tanaman, taman bermain, kolam tandon/pemancingan, gazebo, penggunaan pagar keliling, information center, lahan parkir yang memadai, loket, mess jaga, dan klinik kecil dan lain-lain, membangun jaringan kerjasama dengan obyek-obyek lain yang ada di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning, seperti kawasan bersejarah, penangkaran orangutan, penangkaran burung enggang, dan lain-lain, bekerjasama dengan agen-agen perjalanan, meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dan membuat website khusus kawasan Taman Wisata Alam Baning. Konsep pengembangan dan penataan infrastruktur wisata di Taman Wisata Alam Baning adalah ekowisata yang mengedepankan pemanfaatan sumberdaya alam dan budaya yang bertanggungjawab terhadap kelestariannya. Perlu adanya pembangunan infrastruktur penunjang dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Baning sebagai tujuan wisata ekologi. Kata kunci : Taman Wisata Alam Baning, infrastruktur wisata, potensi Taman Wisata Alam, objek dan daya tarik wisata, kualitas biofisik lahan, akseptibilitas masyarakat