Kecamatan Sintang merupakan salah satu kecamatan yang berada di jalur pelayaran Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang menjadi urat nadi kehidupan perekonomian masyarakat. Kasus tanah longsor merupakan salah satu permasalahan yang rawan timbul di DAS Kapuas dan sub-DAS Melawi Kecamatan Sintang. Longsoran ini mengakibatkan runtuhnya penyusun daerah aliran sungai yang mengakibatkan terganggunya aktivitas di ruas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan zonasi kawasan longsor pada daerah aliran DAS Kapuas dan sub- DAS Melawi, Kecamatan Sintang. Studi yang dilakukan bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey lapangan dengan beberapa parameter kuantitatif. Penetapan kawasan rawan bencana longsor dan zona berpotensi longsor didasarkan pada hasil pengkajian terhadap daerah yang diindikasikan berpotensi longsor atau lokasi yang diperkirakan akan terjadi longsor akibat proses alami. Sedangkan pada tahap berikutnya dalam menetapkan tingkat kerawanan dan tingkat risikonya di samping kajian fisik alami yang lebih detail, juga dilakukan kajian berdasarkan aspek aktivitas manusianya. Metode yang digunakan adalah metode overlay peta yang memanfaatkan data primer berupa studi geoteknis dan data sekunder. Ada lima parameter yang berpengaruh dalam analisis tingkat rawan longsor yaitu geologi, struktur geologi, kemiringan lereng, penggunaan lahan dan persebaran IUP. Hasil akhir penelitian ini berupa peta rawan bencana longsor di DAS Kapuas dan sub-DAS Melawi di Kecamatan Sintang yang memuat informasi mengenai lokasi dan tingkat kerawanan longsor tersebut. Beberapa rekomendasi setelah diperoleh kesimpulan antara lain meliputi pencegahan, penanggulangan darurat dan penanggulangan permanen. Kata kunci: Kecamatan Sintang, DAS Kapuas, sub-DAS Melawi, longsor, overlay