Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemodelan Hidrodinamis 2D Skenario Penggenangan Banjir Luapan Krueng Tamiang Maulina, Rifa; Meilianda, Ella; Kasury, Ahmad Reza
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i4.27329

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Umumnya kejadian banjir dapat diprediksi jika terjadi curah hujan yang tinggi di suatu kawasan dan berlangsung selama beberapa hari. Akan tetapi, banjir juga dapat terjadi secara tiba-tiba jika kawasan tersebut berada dalam ekosistem yang rusak. Saat ini kejadian banjir di Indonesia tergolong ekstrim. Salah satu daerah yang rawan terhadap banjir adalah Daerah aliran Sungai (DAS) Krueng Tamiang. DAS ini merupakan DAS terbesar di Provinsi Aceh dengan luas 4.826,56 Km2 dengan panjang sungai utama 217 km yang memiliki kapasitas infiltrasi tanah yang rendah pada musim penghujan, sehingga menyebabkan tingginya aliran permukaan yang dapat menimbulkan banjir. Dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi luapan banjir dengan menggunakan pemodelan hidrodinamis 2D untuk berbagai skenario periode ulang debit banjir pada DAS Krueng Tamiang dan meninjau validasi model genangan banjir terhadap data lokasi banjir dari survey lapangan di DAS Krueng Tamiang berdasarkan banjir historis menggunakan Software Geo-HECRAS, serta mengetahui kondisi banjir (kedalaman dan luasan genangan banjir) pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Dari hasil pemodelan didapatkan luas genangan banjir untuk setiap kala ulang sebagai berikut L2th = 43,373km2, L5th = 69,389 km2, L10th = 92,451 km2, L25th = 138,092 km2, L50th = 145,939 km2, dan L100th = 179,836 km2. Kedalaman genangan banjir berkisar 0 sampai dengan lebih dari 2 m. Hasil validasi genangan banjir dengan titik sebaran banjir menghasilkan informasi 10 titik berada pada area genangan banjir serta 2 titik tidak berada pada area genangan banjir.
Analisis Perbandingan Erosi lahan dan Pengendapan Sedimentasi di DAS Kluet Daposa, Helmaidi; Kasury, Ahmad Reza; Fauzi, Muhammad
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i2.30854

Abstract

DAS Kluet mengalami penurunan kualitas dan merugikan masyarakat, dampak yang ditimbulkan diantaranya meningkatnya frekuensi banjir yang terjadi setiap tahunnya. Oleh sebab itu perlu dilakukannya penelitian ini untuk memprediksi besarnya erosi dan sedimentasi yang masuk ke sungai. Perubahan tata guna lahan yang didukung oleh curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan laju erosi, serta dapat mengakibatkan pendangkalan sungai yang disebabkan oleh sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai laju erosi lahan, pengendapan sedimentasi, dan sebaran Tingkat Bahaya Erosi (TBE) DAS Kluet. Perhitungan erosi dilakukan menggunakan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Dari hasil perhitungan diperoleh laju erosi lahan dan sedimentasi sebesar 970.7532 ton/ha/tahun. Tingkat bahaya erosi DAS Kluet didominasi oleh kelas sangat ringan sebesar 89,435% dengan luas 2.653,91 Ha, kelas ringan 3,131% dengan luas 92.92 Ha, sedang 6,353% dengan luas 188.54 Ha, berat 1,029% dengan luas 30.53 Ha, dan sangat berat 0,056% dengan luas 1.65 Ha.
Determinants of Flow Connectivity in Small-Scale Wetland Irrigation Networks: A Sensitivity Analysis Approach In Aceh Jaya Kasury, Ahmad Reza; Putra, Nadri Pratama; Marlina, Marlina
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1367

Abstract

Abstrack   This study aims to analyze the determinants of flow connectivity in small-scale irrigation networks within wetland ecosystems of Aceh Jaya Regency, based on the perceptions of 135 water users. Five primary parameters were evaluated: channel structural stability (X1), channel conveyance condition (X2), sedimentation (X3), flow connectivity (X4), and discharge control performance (X5). Integration of Spearman correlation, ordinal logistic regression, Sobol’ sensitivity analysis, and cluster analysis reveals that canal conveyance condition (X2) performs best. Channel structural stability (X1) shows the lowest performance as a direct impact of wetland characteristics. Unstable soil conditions exacerbate the physical stability of irrigation networks in the region.Correlation findings reveal that cross-sectional stability is significantly and positively related to connectivity (r=0.452), while discharge control performance (X5) shows a negative correlation (r=-0.513). A reverse causality phenomenon is indicated in locations with high water distribution constraints, where control infrastructure tends to be concentrated. Regression analysis confirms that good cross-sectional stability increases the probability of optimal connectivity by up to 2.6 times. Sensitivity analysis results identify flow control as the most critical parameter (STi=0.51), followed by cross-sectional stability (STi=0.44). This research recommends priority interventions in strengthening control infrastructure and cross-sectional stability adaptive to wetland hydrological dynamics based on a farmer cluster approach.   Keywords: Small-scale Irrigation Networks, Flow Connectivity, Wetlands, Sobol’ Sensitivity Analysis   Abstrak   Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan konektivitas aliran pada jaringan irigasi skala kecil di lahan basah Kabupaten Aceh Jaya berdasarkan persepsi 135 petani. Lima parameter utama dievaluasi meliputi stabilitas penampang (X1), kebersihan saluran (X2), sedimentasi (X3), konektivitas aliran (X4), dan pengendalian aliran (X5). Melalui integrasi korelasi Spearman, regresi logistik, sensitivitas Sobol’, dan analisis klaster, ditemukan bahwa kebersihan saluran (X2) berkinerja terbaik, sedangkan stabilitas penampang (X1) terlemah akibat kondisi tanah lahan basah yang labil. Hasil korelasi menunjukkan X1 berhubungan positif signifikan dengan X4 (r=0,452), sementara X5 berkorelasi negatif (r=-0,513), mengindikasikan fenomena kausalitas terbalik pada area dengan kendala distribusi air tinggi. Analisis regresi mengonfirmasi bahwa peningkatan kondisi X1 meningkatkan peluang konektivitas aliran (X4) hingga 2,6 kali lipat. Analisis sensitivitas menempatkan pengendalian aliran (X5) sebagai parameter paling kritis (STi=0,51), diikuti X1 (STi=0,44). Penelitian ini merekomendasikan prioritas intervensi pada infrastruktur pengendalian dan stabilisasi penampang yang adaptif terhadap dinamika hidrologi lahan basah berbasis pendekatan klaster petani.   Kata kunci: Jaringan Irigasi Kecil, Konektivitas Aliran, Lahan Basah, Sensitivitas Sobol’