M, Yabu
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN RAGAM HIAS FLORA PADA KERAMIK DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA BIDANG SENI RUPA BAGI SISWA SMP NEGERI 2 BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO H, Mega Selfia; M, Yabu
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i1.13079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan ragam hias flora pada keramik dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa di kelas VIII K SMP Negeri 2 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1 kelas yang terdiri dari 24 siswa kelas VIII K. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes praktik dan dokumentasi. Sedangkan sasaran penelitiannya adalah kegiatan praktik  penerapan ragam hias flora pada bahan keras terutama pada keramik di kelas VIII K SMP Negeri 2 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Hasil yang diperoleh dari  penelitian  ini    adalah  sebagai  berikut:  1)  Siswa  melakukan  praktik  sesuai  dengan langkah-langkah penerapan ragam hias flora pada keramik. 2) Siswa megalami kesulitan dalam membuat desain motif ragam hias flora, dan mewarnai motif ragam hias pada keramik. Sesuai sengan hasil penelitian yang telah dilakukan diajukan saran-saran sebagai berikut: 1) Diharapkan kepada Guru agar tetap memberikan praktik-praktik dalam proses pembelajaran, khususnya praktik penerapan ragam hias flora baik pada keramik maupun media lain agar siswa dapat menghargai kesenian nusantara yang ada disekitar kita. 2) Diharapkan kepada siswa SMP Negeri 2 Bangkala Barat agar dapat termotivasi dengan pelaksanaan kegiatan praktik penerapan ragam hias flora khususnya pada keramik lebih baik lagi.
POSMODERNISME DALAM DUNIA SENI RUPA: Sebuah Tinjauan M, Yabu
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 5 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v3i5.9521

Abstract

Posmodernisme yang bermula dari gerakan seni, kini bergeser menjadi gerakan budaya. Bagi sebagian orang, posmodernisme merupakan tanggapan terhadap matinya modernisme sebagai kekuatan sosial progresif seperti yang diwujudkan oleh pelembagaan seni moderen di berbagai museum, galeri, dan universitas, serta lembaga budaya resmi lainnya di Barat. Posmodernisme juga merupakan pembubaran lebih lanjut berbagai praktik budaya menjadi keragaman gaya, genre, serta gerakan baru. Di sisi lain, posmodernisme juga masih diperdebatkan oleh kalangan budayawan dan kritikus. Apakah perkembangan ini merupakan pemutusan, atau kelanjutan atau akhir dari perkembangan modernisme ? Apakah para seniman posmodernisme semata-mata memimpin penutupan suatu zaman, suatu budaya yang mandeg ataukah mereka merupakan garda depan baru yang berusaha menghidupkan kembali kaitan antara seni dengan kehidupan seraya menggulingkan berbagai pola kelembagaan yang dominan 
UNSUR VISUAL PADA LUKISAN DINDING SMA NEGERI 2 MAJENE SULAWESI BARAT Haris, Nur Iskandar; Salam, Sofyan; M, Yabu
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i2.29580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lukisan dinding pada SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat yang difokuskan unsur-unsur visualnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara dengan guru seni budaya dan beberapa siswa SMA Negeri 2 Majene. Data penelitian ini adalah lukisan yang terdapat pada dinding SMA Negeri 2 Majene. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) lukisan dinding karya siswa SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat menampilkan tema-tema budaya lokal, pemandangan alam, dan pendidikan yang dirangkum dalam beberapa tema khusus. Tema budaya lokal dapat dilihat pada lukisan dengan tema khusus “Perahu Bercadik”, “Pemain Musik” pada lukisan dengan khusus “Alat Musik Tradisional Mandar”, tema pendidikan dapat dilihat pada lukisan dengan tema khusus “Perjuangan Menuju Sukses” dan pada lukisan dengan tema khusus “Belajar Tak Kenal Usia”; (2) dari segi gaya, lukisan dinding karya siswa SMA Negeri 2 Majene cenderung mengacu pada gaya realis-naturalis dan gaya ilustratif. Gaya realis-naturalis dapat dilihat dari bentuk-bentuk objek yang ditampilkan serta teknik pewarnaannya. Diharapkan: (1) kepada guru mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat terus menggalakkan kegiatan melalui pembuatan mural bagi siswa, baik dalam kegiatan intrakulikuler maupun ekstrakulikuler; (2) tema lukisan dinding perlu dipilih dengan cermat, terutama tema yang berkaitan dengan pendidikan maupun tema budaya; (3) agar lukisan mural tersebut lebih menarik, selain memperhatikan nilai akademik juga harus memperhatikan nilai keindahan (estetis) agar tetap mencirikan sebuah produk kesenian.Kata Kunci : karakteristik, unsur visual, lukisan dinding ABSTRACT This study aims to paint a wall at SMA Negeri 2 Majene, West Sulawesi, which describes its visual elements. This type of research is qualitative research. Sources of data were obtained from observations and interviews with art and culture teachers and several students of SMA Negeri 2 Majene. The data for this research are paintings on the walls of SMA Negeri 2 Majene. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: (1) wall paintings by students of SMA Negeri 2 Majene, West Sulawesi show the themes of local culture, natural scenery, and education which are summarized in several specific themes. The theme of local culture can be seen in the painting with a special theme "Boats with Vessels", "Music Player" in the painting with a special "Mandar Traditional Musical Instruments", the educational theme can be seen in the painting with the special theme "The Struggle to Success" and in the painting with a special theme. “Learning knows no age”; (2) in terms of style, wall paintings by students of SMA Negeri 2 Majene tend to refer to the realist-naturalist style and the illustrative style. Realist-natural style can be seen from the shapes of objects displayed and their coloring techniques. It is hoped that: (1) teachers of arts and culture subjects at SMA Negeri 2 Majene, West Sulawesi, continue to promote activities through the creation of murals for students, both in intracurricular and extracurricular activities; (2) the theme of the wall painting needs to be chosen carefully, especially themes related to education and cultural themes; (3) to make the mural more attractive, in addition to paying attention to academic value, it must also pay attention to the value of beauty (aesthetics) so that it still characterizes an artistic product. Keywords: characteristics, visual elements, wall painting
PROSE PEMBELAJARAN KERAJINAN ANYAMAN MENGGUNAKAN BAHAN BAMBU PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BURAUKABUPATEN LUWU TIMUR Sutrisman, M Haritsa; Kadir, Irsan; M, Yabu
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 1 (2024): Harmoni:Jurnal Pendidikan Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mcb8v491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran berkarya kerajinan anyaman bambu pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Burau. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek satu guru Seni Budaya dan satu siswa sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Rata-rata hasil karya siswa berada pada kategori baik berdasarkan aspek penilaian ide, kreativitas, teknik, dan karakteristik karya. Produk yang dihasilkan meliputi tapisan beras, wadah, dan kipas.
KEMAMPUAN MENGGAMBAR DESAIN MOTIF UNTUK BATIK PADA SISWA KELAS VII 1 SMP NEGERI 26 MAKASSAR Rajat, Muharramah; M, Yabu; Muhdy, Ali Ahmad
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 1 (2024): Harmoni:Jurnal Pendidikan Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/58m3c687

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menggambar desain motif batik pada siswa kelas VII.1 SMP Negeri 26 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes praktik, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi, dan deskripsi hasil berdasarkan tiga aspek penilaian, yaitu harmonisasi warna, finishing, dan keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori baik pada seluruh aspek penilaian. Pada aspek harmonisasi warna, 95,45% siswa memperoleh kategori baik dan 4,54% cukup; pada aspek finishing, 90,90% baik dan 9,10% cukup; serta pada aspek keseimbangan, 86,36% baik dan 13,63% cukup. Secara keseluruhan, 90,90% siswa mencapai kategori baik dan 9,10% kategori cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menggambar desain motif batik siswa telah memenuhi kriteria kompetensi yang ditetapkan, meskipun belum mencapai kategori sangat baik.