INDRA PERDANA, PARRISCA
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VISUALISASI CINTA TERLARANG DALAM BENTUK PENYAJIAN KARYA TARI RISTA INDRA PERDANA, PARRISCA
Solah Vol 6, No 1 (2016):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena cinta terlarang saat ini sering terdengar dikalangan masyarakat yang disebabkan perbedaan ras, agama, suku, gender, restu orang tua, strata sosial dan masih banyak lagi. Koreografer menjadikan cinta terlarang sebagai fokus pembuatan karya dengan tujuan untuk memvisualisasikan cinta terlarang dalam bentuk karya tari Rista dan mendiskripsikan bentuk penyajian visualisasi cinta terlarang karya tari Rista.Teori – teori yang digunakan dalam penulisan ini diantaranya teori metode konstruksi dari Jacquiline Smith dan teori bentuk dari Sal Murgiyanto, M.A. Karya terdahulu yang menjadi acuan dalam penggarapan dan orisinalitas kekaryaan yaitu karya tari Panji Reni dan Forbiden.Metode penciptaan karya dimulai dari menentukan rangsang awal yaitu rangsang idesional, dengan tipe tari dramatik, yang menggunakan mode penyajian simbolis representatif dengan desain dramatik kerucut tunggal.Bentuk penyajian karya tari Rista meliputi struktur yang dibagi menjadi lima bagian yaitu intro menceritakan kemarahan, adegan I penggambaran sosok laki – laki dan perempuan, adegan II tentang percintaan antara dua tokoh, adegan III tentang gejolak dan konflik batin sebagai klimaks, adegan IV kepasrahan akan pilihan yang masih menggantung. Elemen utama yaitu gerak dengan pijakan jawa timuran yang dikembangkan dan elemen pendukung yaitu iringan, rias busana mengacu pada gaya jawa timuran, pola lantai, pemanggungan dengan panggung proceniumi beserta setting dan lightingnya.Karya tari Rista  ini berdurasi 14 menit, merupakan ungkapan pengalaman pribadi tentang cinta terlarang. Pada proses penataan, penata menemukan gaya atau style dari penata sendiri yaitu gerak – gerak dengan gaya romantis, temuan yang lain adalah bahwa ketika melakukan sebuah proses diawali dari membangun rasa penari dengan melakukan sharing  bersama tentang pengalaman cinta yang dialami penari, sehingga muncullah emosi serta pendalaman  dalam menarikannya. Karya tari Rista ini  menggunakan  3 penari laki – laki dan 3 penari wanita sebagai perwakilan dua sosok manusia antara wanita dan pria, yang merupakan  cerminan dari penata tari yang mengalami konflik cinta terlarang ini. Bentuk penyajian karya tari Rista ini terdiri dari lima bagian struktur, satu elemen utama dan lima elemen pendukung dengan desain dramatik kerucut tunggal. Bagian akhir karya tari mengungkapkan kebimbangan dan kecenderungan besar  penata, memiliki harapan untuk bersatu dengan kekasihnya.Kata kunci : Karya tari, cinta terlarang, bentuk penyajian
Pengaruh Phet Terhadap Berpikir Kritis Materi Matematika Kelas IV SDN Banyuajuh 3 Hana, Adela; Indra Perdana, Parrisca
ALENA : Journal of Elementary Education Vol 2 No 2 (2024): ALENA : Journal of Elementary Education (July)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jee.v2i2.214

Abstract

This research aims to find out the influence of PhET simulation on students' critical thinking in class IV Mathematics at SDN Banyuajuh 3. This research uses experimental quantitative methods with a comparative research type, and uses a Quasi Experimental Design in the form of Nonequivalent Control Group Design. The subjects of this research were 56 students in grades 3 and 4 of SDN Banuaajuh. This research data was collected through questionnaires, observation sheets and tests. The hypothesis test used in this research is the comparative t test of two independent samples. The results of the test data analysis with a significance level of 0.05, if the calculated value > ttapata (7.727 > 2.004) then H0 is rejected, Ha is accepted, students have different scores. Critical thinking test between experimental and control groups. These results are supported by the finding that the level of critical thinking observed among students in the experimental group was 82% > 70% of the level of critical thinking in the control group. Therefore, it can be concluded that the use of PhET descriptive analysis influences students' critical thinking in class IV Mathematics at SDN Banyuajuh 3.
PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA KELAS III UPTD SDN DEMANGAN 1 BANGKALAN Ambar Wati, Yulia; Indra Perdana, Parrisca
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.340

Abstract

Guru memiliki peran yang krusial untuk membimbing, mendorong, dan mengawasi siswa terutama dalam hal membaca. Rendahnya motivasi yang dimiliki siswa untuk membaca membuat guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat membaca pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan minat baca siswa di kelas III UPTD SDN Demangan 1 Bangkalan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data diidentifikasi melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting dalam menumbuhkan minat membaca siswa. Guru di UPTD SDN Demangan 1 memiliki banyak tanggung jawab untuk mendorong minat baca siswa. Guru dapat bertindak sebagai konselor dengan menyarankan buku untuk membaca siswa, sebagai motivator dengan memberikan pujian, sebagai dinamisator dengan mengintegrasikan membaca ke dalam pembelajaran, sebagai evaluator dengan menilai perkembangan siswa, dan sebagai fasilitator dengan menyediakan fasilitas fisik dan non fisik.
Eksplorasi Tari Capeng Pamekasan sebagai Materi Pembelajaran Seni Budaya Kelas I SDN Kowel 3 Karimatun Nisa, Ayu; Indra Perdana, Parrisca
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v13i2.4763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Tari Capeng sebagai materi pembelajaran seni tari di kelas 1 SDN Kowel 3, Kabupaten Pamekasan. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan akan pembelajaran seni tari yang lebih menarik, kontekstual, dan menumbuhkan apresiasi budaya lokal sejak dini. Pembelajaran seni tari di sekolah dasar selama ini masih terbatas pada pengenalan gerakan dasar yang sederhana dengan metode yang cenderung konvensional, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih inovatif. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara terstruktur dengan guru dan pelaku seni, serta dokumentasi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai proses eksplorasi tari Capeng, serta kendala dan solusi yang muncul selama proses pembelajaran. Hasil penelitian diharapkan berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran seni tari yang lebih efektif, kreatif, dan berbasis kearifan lokal, sekaligus mendukung pelestarian budaya melalui pendidikan formal. Selain itu, penelitian ini memperkuat peran pendidikan seni budaya dalam membentuk karakter dan kreativitas siswa sejak dini. Kata Kunci: Anak sekolah dasar, Eksplorasi, Seni tari