Keadaan geologi Kabupaten Lamongan daerah tengah yang merupakan cekungan dan ketika musim kemarau sulit air bahkan ada beberapa danau yang hampir kering khususnya di kecamatan Pucuk. Air yang masih bisa didapat oleh masyarakat adalah air sumur, tetapi keadaan salinitas air yang tinggi membuat rasa air sumur bervariasi dari yang berasa tawar, payau maupun asin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persebaran salinitas sumur dangkal dan menjelaskan adaptasi masyarakat Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan dalam menggunakan air untuk mensiasati keadaan salititas air sumur dangkal yang ada di daerah penelitian. Jenis penelitian adalah penelitian survey, pengumpulan data menggunakan teknik observasi, pengukuran dan wawancara, data yang didapat dianalisis menggunakan metode deskripsi kuantitatif untuk persebaran salinitas air dan prosentase untuk mengukur adaptasi penggunaan air. Sampel sumur gali adalah 27 sumur gali yang tersebar di desa-desa di kecamatan pucuk. Penentuan sampel diatas menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan jumlah sumur pada tiap-tiap desa di Kecamatan Pucuk dan pengambilan sampel di lapangan diambil berdasarkan teknik judgement sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumur yang ada di Kecamatan Pucuk rata-rata mempunyai rasa yang payau yaitu sebanyak 23 sampel atau 85,2% dari total sampel sedangkan sumur yang memiliki rasa air yang tawar sebanyak 3 sampel atau 11,1% dan hanya ada 1 sampel sumur yang memiliki rasa air yang asin atau 3,7%. Semakin tinggi tingkat kekayaan masyarakat Kecamatan Pucuk semakin tinggi pula kebutuhan airnya. Kebutuhan air masyarakat Kecamatan Pucuk yang memiliki sumur yang salin tidak semua bergantung pada sumber air sumur karena kebanyakan sumber air sumur di kecamatan pucuk kabupaten lamongan memiliki rasa yang payau maupun asin. Penggunaan air yang salin hanya terbatas pada kebutuhan MCK (Mandi Cuci dan Kakus) untuk pemenuhan kebutuhan memasak 14,8% menggunakan air sumur, 11,1% menggunakan air sumur bor, 59,3% membeli air dari tempat lain, 3,7% menggunakan air telaga dan 11,1% menggunakan air weslic (pam desa), sedangkan untuk minum 11,1% menggunakan air sumur, 3,7% menggunakan air sumur bor, 81,5% membeli dari tempat lain dan 3,7% menggunakan air telaga. Kata kunci: salinitas, adaptasi, sumur