Abstrak Peningkatan jumlah penduduk di Desa Randuagung di tahun 2011 - 2014 disertai dengan insiden keguguran pada pasangan usia subur yang juga terus meningkat yaitu 0,3% di tahun 2011 , 0,5%, tahun 2012, 0,69% di tahun 2013 dan 0,97 % ditahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial (usia,riwayat melahirkan, riwayat keturunan, tingkat pendidikan dan pengetahuan) dan ekonomi (status dan jenis pekerjaan, besar penghasilan dan tanggungan keluarga) Pasangan Usia Subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014. Adapun sampel diambil secara purposive yaitu sebanyak 20 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi pasangan usia subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014 adalah sebagai berikut: 55% responden menyatakan berusia 20 - 29 tahun, 60% responden menyatakan belum pernah melahirkan dalam arti merupakan kehamilan pertama, 50% menyatakan memiliki keluarga yang pernah mengalami insiden keguguran, 80% menyatakan berpendidikan SMA/MA, 95% menyatakan kadang-kadang memperoleh pengetahuan kesehatan ibu hamil, 55% responden menyatakan bekerja, 45% responden menyatakan bekerja sebagai buruh pabrik, 50% responden berpengahasilan 2,5 juta - 3,5 juta rupiah, 70% responden menyatakan jumlah tanggungan keluarga 3 sampai dengan 5 orang, dan 100% responden menyatakan tidak merokok atau mengkonsumsi minuman keras. Kata Kunci: Pasangan Usia Subur, Insiden Keguguran.