Jalan tol memegang peranan yang penting dalam menghubungkan antar daerah yang ada di Indonesia. Jalan tol Kertosono-Mojokerto adalah salah satu jalan tol yang dibangun di Jawa Timur merupakan bagian dari enam proyek Tol Trans Jawa. Salah satu desa yang lahannya terkena pembangunan jalan tol Kertosono-Mojokerto adalah Desa Sumberjo, walaupun hanya lahan pertanian yang harus dibebaskan juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak sosial dan ekonomi pemilik lahan pertanian Desa Sumberjo baik yang lahannya dibebaskan maupun yang lahannya tidak dibebaskan sebelum dan sesudah adanya pembangunan jalan tol Kertosono-Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey, lokasi penelitian di Desa Sumberjo. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 responden yaitu semua pemilik lahan pertanian di Desa Sumberjo baik yang lahannya dibebaskan maupun yang lahannya tidak dibebaskan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif. Lahan yang dibebaskan adalah lahan pertanian saja yaitu seluas 84.468 m2, uang ganti rugi yang diterima oleh responden terendah sebesar Rp.92.000.000,00 dan yang tertinggi sebesar Rp.190.000.000,00. Pembangunan jalan tol Kertosono-Mojokerto menimbulkan dampak sosial bagi pemilik lahan yang lahannya dibebaskan yaitu adanya perubahan mata pencaharian, pekerjaan utama petani sebanyak 25 responden atau 83% berubah menjadi pedagang sebanyak 18 responden atau 60% dan pekerjaan sampingan dari pedagang sebanyak 10 responden atau 33,3% berubah menjadi buruh tani sebanyak 21 responden atau 70% sedangkan yang lahannya tidak dibebaskan tidak mengalami perubahan, untuk persepsi masyarakat terhadap saluran irigasi baik yang lahannya dibebaskan ataupun tidak dibebaskan berpendapat bahwa saluran irigasinya yang sebelumnya lancar yaitu 40 responden atau 100% menjadi tidak lancar sebanyak 37 responden atau 92,5%. Pembangunan jalan tol Kertosono-Mojokerto menimbulkan dampak ekonomi bagi pemilik lahan yang lahannya dibebaskan yaitu adanya perubahan pendapatan sebelumnya tertinggi Rp.4.000.000,00 dan terendah Rp.1.000.000,00 menjadi tertinggi Rp.3.000.000,00 dan Rp.500.000,00 sesudah adanya jalan tol, sedangkan bagi pemilik lahan yang lahannya tidak dibebaskan tidak mengalami perubahan pendapatan. Pemilik lahan pertanian yang lahannya tidak dibebaskan juga menimbulkan dampak positif yaitu harga lahan pertaniannya mengalami kenaikan dari Rp.50.000,00 menjadi Rp.250.000,00 terutama bagi lahan pertanian yang dekat dengan jalan tol. Kata kunci : pembangunan jalan tol, dampak sosial, dampak ekonomi. Abstract Toll road holds an important role in linking among regions in Indonesia. Toll road of Kertosono-Mojokerto, one of toll roads built in east java, is part of six toll projects of trans java. One of the villages which their land affected by the project of toll road of Kertosono-Mojokerto is Sumberjo. Although only agricultural lands are taken, it also has social and economic implications. The purpose of this research is to find the economic and social impacts of the owner of agricultural land in Sumberjo, both the land taken and not, before and after the construction of Kertosono-Mojokerto toll road. The kind of this research is research survey. Location of this research is in Sumberjo. Populations in this research are 40 respondents, all the agricultural land in Sumberjo both the land taken and not. Techniques of data collection are the observation and interview. Technique of data analysis is quantitative descriptive analysis technique. Lands to be expropriated are 84468 m2 of agricultural lands. The lowest compensation received by respondents is Rp.92.000.000,00 and the highest is Rp.190.000.000,00. The construction of toll roads of Kertosono-Mojokerto has social implications of land owners whose lands are taken namely the change in livelihoods. The main works of farmers is 25 respondents or 83% changed as traders about 18 respondents or 60% and a side job from the traders as many as 10 people or 33.3% changed as farm laborers about 21 respondents or 70% while who is the land not taken is not changed. To perceptions of irrigation channels both the land taken or not think that irrigation channels which are well about 40 respondents or 100% become unwell about 37 respondents or 92,5%. The construction of toll roads of Kertosono-Mojokerto has economic impacts for land owners whose lands are taken namely the change in income. Formerly the highest was Rp.4.000.000,00 and the lowest was Rp.1.000.000,00 and now the highest is Rp.3.000.000,00 and the lowest is Rp.500.000,00 after there is toll road, and for land owners whose lands are not taken daoesn’t have changed income. The owner of agricultural lands whose lands are not taken also has positive implications, the price of the land increases from Rp.50.000,00 to Rp.250.000,00 especially for agricultural lands near toll road. Keywords : Toll road contructions, social impact, economic impact.