This Author published in this journals
All Journal Swara Bhumi
ARIESTA D., INTAN
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN TENTANG PERBATIKAN DI KAMPUNG BATIK DESA PASESEH KECAMATAN TANJUNG BUMI KABUPATEN BANGKALAN ARIESTA D., INTAN
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak    Sentra kerajinan batik menjadi wisata budaya yang banyak dijadikan destinasi oleh para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya berada di Kampung Batik Desa Peseseh Kecamatan Tanjung Bumi yang merupakan daerah industri batik terbesar di Kabupaten Bangkalan. Masih ada kendala dari wisata batik Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan berkaitan dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tergolong rendah dan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat wisatawan tentang batik, strategi pedagang sekaligus pengrajin batik, dan aksesbilitas menuju Kampung Batik Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pedagang sekaligus pengrajin batik dan wisatawan di Kampung Batik Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Pedagang sekaligus pengrajin batik terdapat sebanyak 20 orang yang semuanya digunakan sebagai responden. Sampel wisatawan ditentukan dengan metode Accidental Sampling dan dibatasi jumlahnya yaitu 50 orang. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan scoring skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapat wisatawan mengenai batik termasuk dalam kategori harga murah, kualitas bagus, corak sangat menarik, warna sangat menarik, kuantitas banyak dan kesan sangat senang. Strategi pedagang sekaligus pengrajin batik termasuk dalam kategori promosi kurang tepat, pemasaran luas, cara pembayaran kurang mudah, jaringan sedikit, tenaga kerja sangat terampil dan inovasi sangat jarang. Aksesbilitas dari pusat kota Bangkalan rendah karena termasuk dalam jarak jauh dan waktu tempuh lama walaupun biayanya tergolong murah. Aksesbilitas dari pusat kota Sampang termasuk sangat rendah karena jaraknya sangat jauh, waktu tempuh sangat lama dan biaya mahal.   Kata kunci: batik, pendapat wisatawan, strategi pedagang, aksesbilitas     Abstact   Batik craft center is one of the destinations visited by both domestic and foreign tourists. One of the biggest batik industries is Kampung Batik, located in Peseseh Village, Tanjung Bumi subdistrict, Bangkalan district. The obstacles happened was the level of tourist arrivals that was classified as low and tended to decrease from year to year. This research aimed to analyze the opinions of tourists about batik, trader strategy as well as batik craftsmen, and accessibility to Kampung Batik Paseseh Village, Tanjung Bumi subdistrict, Bangkalan district. This research uses survey method. The population in this study was all traders as well as batik craftsmen and tourists. The 20 treaders and batik were selected as respondents. Tourist samples were determined by Accidental Sampling method and limited by 50 persons. Sources of data in this research using primary and secondary data sources. Data collection was observation, interview and documentation. Data analysis technique using descriptive quantitative method with Likert scale scoring. The results showed that according batik was cheap prices, good in quality, very attractive patterns, very attractive colors, many product inventory and the impression very pleased. Merchant strategies as well as batik craftsmen were inappropriate promotional categories, extensive marketing, less easy payment methods, fewer networks, highly skilled workforce and innovation are very rare. The accessbility from district of Bangkalan is low because it is included in long distance and long travel time although the cost is cheap. Meanwhile, the accessbility from district of Sampang including very low because the distance is very far, the travel time is very long and expensive.   Keywords: batik, the opinions of tourists, trader strategy, accessibility