This Author published in this journals
All Journal Swara Bhumi
REZA WIYONO PUTRO, ALPHA
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN TENTANG EKSISTENSSI INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA ANYAMAN BAMBU DI DESA GINTANGAN KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI REZA WIYONO PUTRO, ALPHA
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penduduk Desa Gintangan sebagian besar bekerja sebagai petani, disisi lain juga memiliki keahlian turun-temurun dari leluhurnya sebagai pengrajin anyaman bambu. Pada awalnya penduduk Desa Gintangan menjadikan keahlian mereka dalam menganyam bambu sebagai keterampilan saja dan sebagian memanfaatkan untuk membuat peralatan dapur sehari-hari untuk dijual. Pada tahun 2000 warga Desa Gintangan mulai menemukan inovasi baru dalam kerajinan anyaman bambu. Mereka mampu menciptakan kreasi dimana kerajinan anyaman bambu yang mulanya hanya digunakan untuk membuat peralatan dapur  seperti bakul, irig, tampah dll. Namun sekarang bertransformasi menjadi seni kerajinan modern yang dapat digunakan sebagai kerajinan multi fungsi dimana selain fungsinya sebagai wadah atau tempat suatu barang namun sekarang bisa juga berfungsi sebagai hiasan yang indah. Pada tahun  2004 jumlah pengrajin mencapai 823 orang namun pada tahun 2016 tersisa 386 orang yang masih eksis bertahan sedangkan sisanya memilih berhenti dan menari pekerjaan lain. Hal inilah yang menarik untuk dijadikan penelitian lebih lanjut.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor apa yang menyebabkan eksistensi industri kerajinan anyaman bambu di Desa Gintangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan jumlah pengrajin anyaman bambu yang masih aktif di Desa Gintangan yaitu sejumlah 386 pengrajin. Teknik pengambilan sampel dengan cara (simple random sampling), berjumlah 196 pengrajin. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif dengan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi eksistensi industri kerajinan anyaman bambu di Desa Gintangan paling besar dipengaruhi oleh faktor kebutuhan sehari-hari (primer) yaitu sejumlah 107 responden (54.59%). Ketersediaan bahan baku anyaman bambu adalah masih bayak yaitu 145 responden (73.98%). Modal usaha pengrajin anyaman bambu di Desa Gintangan mayoritas menggunakan modal pribadi sebesar 152 responden (77.55%). Tidak adanya usaha lain yaitu sejumlah 121 responden (61.73%). Permintaan pasar masih banyak dari luar daerah yaitu sejumlah 171 responden (87.24%). Sedangkan keuntungan penjualan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu 112 responden (57.14%). Kata Kunci: Eksistensi Industri Kerajinan Anyaman Bambu Gintangan ABSTRACT                 Gintangan most of the villagers worked as farmers, on the other hand also have skills passed down through generations of his ancestry as a bamboo craftsman. At first the villagers Gintangan make their skills in weaving bamboo as a skills course and most leveraged to make everyday kitchen appliances for sale. In the year 2000 the villagers Gintangan began to find new innovations in woven bamboo crafts. They are able to create creations where woven bamboo craft which was originally only used to make kitchen utensils such as baskets, irig, tampah etc. But now transformed into modern crafts that can be used as a multi-purpose craft which in addition to its function as a container or place an item but could now also serve as decoration. In 2004 the number of craftsmen reached the highest number of IE 823 people but in 2016 left 386 people still exist persist while the rest choose quit and find another job. This is interesting for further research. The purpose of this research is to know what factors lead to the existence of the bamboo craft industry in the village of Gintangan.                 The methods used in this research is quantitative descriptive analysis. The population of this research is the overall number of bamboo craftsman who is still active in the village of Gintangan, namely a number of 386 craftsmen. Sampling techniques in a way (simple random sampling), totalling 196 craftsmen. While the data analysis techniques used IE use descriptive analysis techniques with percentage.                 The results of this study indicate that factors affecting the existence of the bamboo craft industry in the village of Gintangan most influenced by factors of daily necessities (primary), namely a number of 107 respondents (54.59%), and 89 respondents (45.41%) only as a side job. The availability of the raw material of woven bamboo is still a corpulent i.e. 145 respondents (73.98%), and the 51 respondents (26.12%) said enough. Bamboo craftsman venture capital in the village of Gintangan the majority of using personal capital of 152 respondents (44%), and 77.55 respondents (at 22%) capital comes from loans. The absence of other business factors, namely a number of 121 respondents (61.73%), still a lot of demand from outside the region, namely a number of 171 respondents (87.24%), and 34 respondents (at 17%) only received orders from the region of Banyuwangi Regency. Sales advantage sufficient to meet daily needs that is 112 respondents (57.14%), 68 (34.70%) respondents stated less, and 16 respondents (8.16%) lot. Keywords: Bamboo Craft Industry Existence Gintangan