Abstrak Banjir yang terjadi di Tanggulrejo setiap tahun merupakan dampak dari dekatnya jarak antara Desa Tanggulrejo dengan Sungai Bengawan Solo. Permukiman di Tanggulrejo tiap tahun mengalami genangan air yang berlangsung 1 – 2 minggu. Masyarakat Tanggulrejo adalah subjek alam yang dalam tindakannya dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan. Pengaruh tersebut dapat muncul dalam pemaknaan banjir dan penanggulangan bantaran sungai oleh masyarakat Tanggulrejo. Penelitian dilaksanakan di Tanggulrejo, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Fokus penelitian adalah pemaknaan banjir dan penanggulangannya, serta penyebab masyarakat tinggal di lingkungan banjir. Subjek penelitian adalah masyarakat yang hidup di Tanggulrejo dengan jumlah informan 12 orang, terdiri dari 3 informan kunci dan 9 informan penelitian. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi yang mendalami pengalaman dari sudut pandang peneliti dan subjek yang diteliti. Teknik Pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan penggunaan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan, verifikasi, penarikan kesimpulan akhir. Keabsahan data yang digunakan adalah kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat determinisme alam pada masyarakat Tanggulrejo ditandai dengan ketidakberdayaan menghadapi banjir dan lebih pasrah menerima banjir. Tindakan yang terdapat di Tanggulrejo untuk penanggulangan banjir dari pandangan tersebut adalah peninggian rumah dan usaha untuk menaruh barang-barang lebih tinggi dari genangan air. Penanggulangan yang diharapkan meliputi 3 hal yaitu teknis, sosial, dan ekonomi. Persepsi yang muncul terhadap banjir dan penanggulangannya terbagi menjadi 3, yaitu cemas dan terganggu, tidak terganggu, serta biasa saja. Alasan-alasan yang muncul ketika memilih bertempat tinggal dilatarbelakangi oleh permasalahan sosial, ekonomi, dan aksesibilitas. Kata Kunci : Banjir, Penanggulangan, Tinggal, Makna, Fenomenologi Abstract Floods occured in Tanggulrejo was the impact of the distance between Tanggulrejo Village with Bengawan Solo River. The puddle around the settlement lasted for 1-2 weeks each year. The Tanggulrejo community is a subject who are affected and affect the environment. These influences can give more meaning about flood near with river bank and how to handle this problem. The study was conducted in Tanggulrejo, Babat Village, Babat Sub-district, Lamongan. The purpose of study was the meaning of flood and way of handling, and reason why the people live in the flooded environment. The subject of this study were 12 people living in Tanggulrejo consisted of 3 key informants and 9 research informants. The study was qualitative research method using phenomenology approach which tried to know more about the experience from the researcher and the perspective of subject. The data collection technique used were observation, interview, field notes, and document. The data analysis technique used were collecting data, reducting data, presenting data, conclusion, verification, and deciding last conclusion. The data validation used is trust, transparency, dependency, and certainty. Result of this study described that nature determinism in Tanggulrejo society was exist, proved by how people were powerless to face flood and and surrendered in accepting it. Flood mitigation in Tanggulrejo was by enhancing floor of houses and putting their goods in the higher places than puddles. The expected handling consisted of 3 things, such as: technical, social, and economic. Perceptions to fight against floods and its handling were divided into 3, namely anxiety and interupted, uninterrupted, and not too interupted. The reason when choosing to live was motivated by social, economic, and accessibility issues. Keywords: Flood, Countermeasures, Lives, Meanings, Phenomenologists