Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pacaran yang terjadi pada siswa SMP. Masalah pacaran yang didasari oleh keinginan ingin seperti teman – teman maupun sekedar coba – coba ini menimbulkan aktivitas pacaran yang beragam, diantaranya berpegangan tangan hingga berciuman serta meraba dada/ payudara pasangan. Meningkatnya jumlah remaja usia SMP yang berpacaran tidak diimbangi dengan pemberian layanan informasi yang sesuai oleh konselor sekolah. Maka dari itu perlu adanya informasi yang tepat serta dikemas dalam bentuk yang menarik sebagai salah satu bentuk informasi bagi siswa. Salah satunya adalah penggunaan buku panduan. Pengembangan buku panduan asertif pencegahan perilaku pacaran berisiko bagi remaja merupakan bentuk pengembangan media cetak yang berisi tentang petunjuk atau panduan bersikap asertif bagi remaja terutama dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang telah disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov. Tujuan penelitian ini adalah menyusun buku panduan yang memenuhi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatuatan. Hasil analisis buku panduan asertif pencegahan perilaku pacaran berisiko bagi remaja ini dinilai oleh validator terkait dengan aspek akseptabilitasnya, penilaian ini berasal dari uji ahli materi, uji ahli media, uji ahli bahasa dan uji calon pengguna. Penilaian dari ahli materi mendapatkan nilai 82% dengan kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi” , penilaian validator ahli media mendapatkan nilai 80% dengan kategori “Baik, tidak perlu direvisi”, Penilaian dari ahli bahasa mendapatkan nilai 93% dengan kategori “sangat baik, tidak perlu direvisi”, dan penilaian dari uji calon pengguna mendapatkan nilai 98% dengan kategori “ Sangat baik, tidak perlu direvisi” Berdasarkan hasil penilaian tersebut, maka buku panduan asertif pencegahan perilaku pacaaran berisiko bagi siswa SMP memenuhi kriteria akseptabilitas dan dapat digunakan di sekolah. Kata kunci : Pengembangan, Buku panduan, Asertif, Pacaran berisiko, Remaja