This Author published in this journals
All Journal Agroprimatech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN KELAPA SAWIT DI PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA, TBK (SEI MERAH ESTATE) purba, mahardika
Agroprimatech Vol. 2 No. 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.753 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi siklus tanam perkebunan kelapa sawit, mengetahui pengambilan contoh tanah di lapangan, mengetahui dan membandingkan sifat kimia tanah dibawah tegakan kelapa sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dengan fase Tanaman Menghasilkan (TM) di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus tanam di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk berada pada siklus tanam 4 yang yang terdiri dari siklus tanam pertama dan kedua ditanami dengan tanaman karet, sedangkan untuk siklus ketiga dan keempat ditanami kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel tanah pada fase TBM dan TM sebanyak 6 sampel dengan masing-masing berat sampel 2 kg. Setiap sampel tanah diambil pada 9 titik untuk mencakup 1 afdeling. Karakteristik Sifat kimia tanah meliputi pH tanah pada fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) berkisar (4,52-5,35) tergolong masam dan pada fase TM (Tanaman Menghasilkan) berkisar (4,46-4,95) tergolong masam. Keadaan KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah pada fase TBM berkisar (10,2-18,72) tergolong rendah dan pada fase TM berkisar (10,68-16,2) KTK tanah tergolong rendah. Keadaan C-Organik tanah pada fase TBM berkisar (0,35-0,81) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (1,19-1,9). C-Organik tanah tergolong rendah. Keadaan N-Total tanah pada fase TBM berkisar (0,04-0,07) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,07-0,21) N-Total tanah tergolong sangat rendah. Keadaan Kejenuhan Al tanah pada fase TBM berkisar (0-6,57) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,86-3,58) Kejenuhan Al tanah tergolong sangat rendah. Keadaan Aldd pada fase TBM berkisar (0-0,82) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,14-0,58) Aldd tanah tergolong sangat rendah.
INTENSITAS SERANGAN Ganoderma boninense PADA FASE TANAMAN MENGHASILKAN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAH MINERAL DAN GAMBUT purba, mahardika
Agroprimatech Vol. 3 No. 2 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.352 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas serangan Ganoderma boninense tertinggi pada fase tanaman menghasilkan di perkebunan kelapa sawit di tanah mineral dan gambut serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat serangan Ganoderma boninense pada perkebunan kelapa sawit di tanah mineral dan gambut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei langsung di lapangan dan mengambil sampel tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 9 titik sampel secara acak. Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan Ganoderma boninense tertinggi terdapat pada tanah mineral yaitu 81,8 % dan terendah pada tanah gambut yaitu 0 %. Perbedaan itu dikarenakan oleh beberapa faktor seperti sifat fisika, kimia tanah dan siklus tanam.
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN KELAPA SAWIT DI PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA, TBK (SEI MERAH ESTATE) purba, mahardika
Agroprimatech Vol. 2 No. 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi siklus tanam perkebunan kelapa sawit, mengetahui pengambilan contoh tanah di lapangan, mengetahui dan membandingkan sifat kimia tanah dibawah tegakan kelapa sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dengan fase Tanaman Menghasilkan (TM) di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus tanam di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk berada pada siklus tanam 4 yang yang terdiri dari siklus tanam pertama dan kedua ditanami dengan tanaman karet, sedangkan untuk siklus ketiga dan keempat ditanami kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel tanah pada fase TBM dan TM sebanyak 6 sampel dengan masing-masing berat sampel 2 kg. Setiap sampel tanah diambil pada 9 titik untuk mencakup 1 afdeling. Karakteristik Sifat kimia tanah meliputi pH tanah pada fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) berkisar (4,52-5,35) tergolong masam dan pada fase TM (Tanaman Menghasilkan) berkisar (4,46-4,95) tergolong masam. Keadaan KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah pada fase TBM berkisar (10,2-18,72) tergolong rendah dan pada fase TM berkisar (10,68-16,2) KTK tanah tergolong rendah. Keadaan C-Organik tanah pada fase TBM berkisar (0,35-0,81) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (1,19-1,9). C-Organik tanah tergolong rendah. Keadaan N-Total tanah pada fase TBM berkisar (0,04-0,07) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,07-0,21) N-Total tanah tergolong sangat rendah. Keadaan Kejenuhan Al tanah pada fase TBM berkisar (0-6,57) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,86-3,58) Kejenuhan Al tanah tergolong sangat rendah. Keadaan Aldd pada fase TBM berkisar (0-0,82) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,14-0,58) Aldd tanah tergolong sangat rendah.
INTENSITAS SERANGAN Ganoderma boninense PADA FASE TANAMAN MENGHASILKAN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAH MINERAL DAN GAMBUT purba, mahardika
Agroprimatech Vol. 3 No. 2 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas serangan Ganoderma boninense tertinggi pada fase tanaman menghasilkan di perkebunan kelapa sawit di tanah mineral dan gambut serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat serangan Ganoderma boninense pada perkebunan kelapa sawit di tanah mineral dan gambut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei langsung di lapangan dan mengambil sampel tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 9 titik sampel secara acak. Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan Ganoderma boninense tertinggi terdapat pada tanah mineral yaitu 81,8 % dan terendah pada tanah gambut yaitu 0 %. Perbedaan itu dikarenakan oleh beberapa faktor seperti sifat fisika, kimia tanah dan siklus tanam.