Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB HUKUM PIHAK MASKAPAI INDONESIA DALAM HAL TERJADINYA KECELAKAAN PESAWAT PADA SAAT PENERBANGAN Muhamad Yusuf
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sqnme846

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pertangungjawaban hukum pihak maskapai penerbangan ketika terjadi kecelakaan pesawat pada saat penerbangan. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penumpang sebagai konsumen mempunyai hak-hak yang wajib dilindungi. Dalam hal terjadinya kecelakaan pesawat, penumpang sebagai konsumen pengguna jasa layanan penerbangan berhak mendapat ganti rugi maupun kompensasi dari pihak maskapai penerbangan. Perlindungan hukum bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan pesawat dalam bentuk pemberian kompensasi/ganti rugi dan prosedur pencegahan kemungkinan-kemungkinan buruk yang nantinya terjadi dalam penerbangan seperti kecelakaan dan kejahatan dalam pesawat.  Tanggung jawab hukum yang wajib dipenuhi pihak maskapai penerbangan guna menegakkan kembali hak yang dimiliki penumpang diatur dalam UU  No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, UU No. 3 Tahun 2001 tentang keamanan dan keselamatan penerbangan, dan Permenhub  No. 77 Tahun 2011 tentang tanggung jawab pengangkut angkutan udara. Berdasarkan ketiga peraturan perundang-undangan tersebut, pihak maskapai penerbangan mempunyai tanggung jawab hukum kepada penumpang pesawat ketika terjadi kecelakaan dalam bentuk pemberian ganti rugi berupa uang dan biaya perawatan medis tergantung dari klasifikasi jenis kerugian yang timbul akibat kecelakaan pesawat. Tanggung jawab hukum yang dilakukan pihak maskapai penerbangan dilakukan atas prinsip tanggung jawab praduga bersalah, prinsip tanggung jawab atas dasar kesalahan, dan prinsip tanggung jawab mutlak berdasarkan konsep tanggung jawab pengangkutan udara.
The Effect of Using Liquid Latex as an Additive in Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) Mixtures on Marshall Characteristics Nadya Shafira Salsabilla; Weimintoro Weimintoro; Muhamad Yusuf; Teguh Haris Santoso
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v6i1.6664

Abstract

Population growth and increasing economic activities have raised the demand for durable and high-quality road infrastructure. However, the Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC), which functions as the surface layer of flexible pavements, often suffers from premature damage such as cracking and deformation due to heavy traffic loads and extreme weather. Therefore, improvements in asphalt mixture materials are necessary. One alternative is the use of liquid latex derived from natural rubber as an additive. Owing to its high elasticity, liquid latex is expected to improve flexibility, crack resistance, and durability of asphalt mixtures. This study aims to evaluate the effect of liquid latex addition on the Marshall characteristics of AC-WC mixtures and to determine the optimum latex content. The research employed laboratory experimental methods using liquid latex contents of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%, with three specimens prepared for each variation. The evaluated parameters included stability, flow, air voids in the mix (VIM), voids in mineral aggregate (VMA), voids filled with asphalt (VFA), Marshall Quotient (MQ), and density. The results indicate that liquid latex significantly affects all Marshall parameters. However, excessive latex content reduces mixture performance. The optimum condition was achieved at 2.5% liquid latex with an asphalt content of 5.65%, producing a stability of 1102.2 kg, flow of 3.13 mm, VIM of 3.87%, VMA of 17.01%, VFA of 77.26%, MQ of 355.15 kg/mm, and density of 2.297 g/cc. All parameters satisfy the 2018 Bina Marga General Specifications (Revision 2).
PRESTASI BELAJAR Pada MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 7 KOTA CIREBON (KOMPARASI SISWA KELUARGA PEGAWAI NEGERI SIPIL Dan SISWA KELUARGA BURUH) Muhamad Yusuf; Nur Lela
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i2.2073

Abstract

ABSTRAKPenelitian dalam skripsi ini tentang prestasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama ini asumsi yang muncul bahwa, orang tua yang pekerjaaya buruh maka prestasi belajar anak rendah, sedangkan orang tua yang pekerjaannya Pegawai Negeri Sipil (PNS) prestasi anaknya tinggi. Namun berdasarkan studi kasus di sini tidak mutlak terjadi karena adanya prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sangat baik untuk siswa keluarga ekonomi rendah (Buruh) dengan rata-rata nilai > 80. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa keluarga Pegawai Negeri Sipil dengan siswa keluarga Buruh Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kota Cirebon.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui prestasi belajar siswa Pegawai Negeri Sipil dan siswa keluarga Buruh. Selain itu untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa keluarga Pegawai Negeri Sipil dengan siswa keluarga Buruh.Penelitian ini memiliki kerangka pemikiran bahwa prestasi belajar pada dasarnya adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat diukur dengan alat atau tes tertentu setelah seseorang belajar. pekerjaan buruh diartikan sebagai orang yang bekerja dibawah perintah orang lain, dengan menerima upah karena telah melakukan pekerjaan diperusahaan. Sedangkan pegawai umumnya adalah mereka yang bekerja diinstansi pemerintahan yang disebut Pegawai Negeri Sipil.Jenis data yang digunakan peneliti ialah menggunakan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Sedangkan untuk analisis yaitu menggunakan Uji t. Kesimpulan dari hasil analisis peneliti yaitu Prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelurga PNS SMP Negeri 7 kota Cirebon diketahui bahwa dalam katagori Cukup. Dilihat dari nilai menunjukan perolehan perhitungan rata-rata (Mean) 71,42. Prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelurga Buruh SMP Negeri 7 kota Cirebon diketahui dalam katagori Baik. Dilihat dari nilai menunjukan perolehan perhitungan rata-rata (Mean) 80,64. Hasil Uji- T menunjukan Sig. (2- tailed) 0,000 <α (0,05) sehingga H0  ditolak dan Ha  diterima yang berarti terdapat Perbedaan yang Signifikan antara prestasi belajar keluarga PNS dengan siswa keluarga Buruh Kata kunci: Prestasi Belajar, Pekerjaan Orang Tua
Arsitektur Permissioned Blockchain untuk Interoperabilitas Rekam Medis Elektronik yang Berorientasi pada Privasi Pasien Yogi Pratama; Zulfaqar; Muhamad Yusuf; Adri Yanto
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 3 No 1 (2026): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/ddbp9j31

Abstract

Digitalisasi sektor kesehatan melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dihadapkan pada kendala mendasar berupa rendahnya tingkat keselarasan sistem (interoperabilitas) serta kerentanan arsitektur penyimpanan data tersentralisasi terhadap ancaman keamanan siber. Studi ini mengusulkan perancangan dan pengujian model arsitektur permissioned blockchain berbasis smart contract guna menciptakan ekosistem pertukaran data RME yang aman, terdesentralisasi, serta berpusat pada privasi individu (patient-centric). Dengan mengadopsi kerangka kerja Design Science Research (DSR), sistem direalisasikan di atas platform Hyperledger Fabric versi 2.x dengan menerapkan mekanisme kontrol akses otonom. Hasil pengujian fungsional memperlihatkan bahwa seluruh aturan logika bisnis—mencakup pendaftaran entitas, pengelolaan hak akses oleh pasien secara mandiri, hingga perekaman jejak audit—berjalan secara akurat dan tidak dapat diubah (immutable). Sementara itu, evaluasi beban kerja (load testing) mengkonfirmasi stabilitas operasional sistem dengan tingkat keberhasilan mencapai 100%, di mana transaksi pembacaan mencatatkan waktu latensi kurang dari 0,5 detik dan transaksi penulisan berkisar antara 1,21 hingga 1,78 detik. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur yang dikembangkan efektif mengatasi sekat interoperabilitas dan memulihkan kedaulatan data pasien, meskipun penyesuaian lanjutan pada mekanisme konsensus tetap esensial untuk penerapan berskala nasional.