Wilanggono, Dinar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS DAN LABELISASI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KERIPIK BUAH KOTA BATU (Studi pada Konsumen Muslim Wilanggono, Dinar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keripik buah hadir sebagai inovasi dari produk olahan buah segar. Hal ini memiliki tujuan untuk menjaga ketahanan kualitas buah, menyerap hasil panen dan meningkatkan ekonomi kerakyatan. Olahan makanan ini seringkali dijadikan oleh-oleh khas bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Batu. Oleh karena itu, hendaknya suatu produk memiliki lisensi keamanan bagi konsumen untuk mendongkrak minat beli konsumen. Meskipun BPOM sudah menerbitkan lisensi keamanan produk, labelisasi halal juga perlu dan wajib dicantumkan dalam kemasan makanan. Keripik buah yang beredar di Batu belum seratus persen mencantumkan labelisasi halal tersebut kedalam produknya. Sehingga konsumen dihadapkan dengan pilihan produk yang tidak berlabel halal maupun berlabel halal yang tidak asli dari MUI. Hal tersebut membuat konsumen menilai produk yang hendak mereka konsumsi hanya melihat dari wujud produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas dan labelisasi halal terhadap keputusan pembelian keripik buah. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas dan labelisasi halal berpengaruh signifikan terhadap penyerapan keputusan pembelian, sedangkan variabel harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Salah satu penyebab harga tidak signifikan dikarenakan keripik buah merupakan jenis kebutuhan pelengkap (tersier). Kebutuhan pelengkap (tersier) dapat menciptakan kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Pemenuhan barang pelengkap menjadi yang terakhir dan bersifat tidak wajib tergantung bagaimana pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder Kata kunci: Keripik buah, Produk, Konsumen, Labelisasi halal, Kebutuhan PelengkapÂ