Angkatan kerja merupakan potensi sumber daya manusia yang menjanjikan untuk mendukungproses pembangunan negara. Namun, dapat terjadi permasalahan ketika pertumbuhan angkatankerja yang pesat tidak dapat terserap pada lapangan kerja yang ada, sehingga dapat menimbulkanpengangguran. Pulau Jawa sebagai pusat perekonomian negara Indonesia terdapat angkatan kerjasebanyak 73,9 juta jiwa dengan penyerapan tenaga kerjanya sebesar 69,5 juta jiwa, sehingga masihmenyisakan pengangguran sebesar 4,4 juta jiwa (BPS, 2018). Kurang meratanya penyerapantenaga kerja tersebut mengindikasikan beberapa sektor belum dapat menjalankan fungsinya denganbaik, sehingga kesejahteraan masyarakat di Pulau Jawa masih perlu diperbaiki lagi. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Upah MinimumProvinsi (UMP), dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa tahun 2010-2017.Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan analisis regresi data panel dengan menggunakanprogram Eviews 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel PDRB dan UMPberpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel investasi tidakberpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Salah satu penyebab upah tidaksignifikan adalah dikarenakan pergerakan upah tidak langsung mempengaruhi penyerapan tenagakerja. Selain itu, sektor pertambangan merupakan sektor yang lebih banyak menyerap tenaga kerjaoutsourcing yang tingkat upahnya tidak sesuai dengan upah sektoral yang ditentukan, melainkansesuai dengan perjanjian atau kontrak yang telah disepakati oleh kedua pihak (perusahaan dantenaga kerja).Kata kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Produk Domestik Regional Bruto, Upah Minimum Provinsi,dan Investasi.