Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor usia, pendidikan, upah, jenis kelamin, status rumah tangga, dan lapangan pekerjaan terhadap pengangguran terselubung di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisis probit dengan menggunakan program STATA. Penelitian berfokus pada kondisi fenomena pengangguran terselubung di Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terselubung dimana semakin meningkat usia probablitas menjadi pengangguran terselubung meningkat. Pada faktor pendidikan menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terselubung terbesar ada pada tingkat pendidikan SMP, dan akan menurun jika semakin tinggi tingkat pendidikan. Faktor upah berpengaruh negatif dan signifikan dimana semakin tinggi tingkat upah maka probablitas menjadi pengangguran terselubung semakin kecil. Faktor jenis kelamin menunjukkan bahwa perempuan memiliki probabilitas menjadi pengangguran terselubung lebih besar daripada laki-laki karena adanya diskriminasi, hambatan sosial, dll yang dialami oleh perempuan. Hasil dari faktor status rumah tangga menunjukkan bahwa kepala rumah tangga berpeluang menjadi pengangguran teselubung lebih kecil daripada anggota rumah tangga, hal ini dikarenakan adanya perbedaan peran yaitu kepala rumah tangga sebagai breadwinners dalam keluarganya. Pada faktor lapangan pekerjaan menunjukkan bahwa probabilitas menjadi pengangguran terselubung terbesar ada pada sektor pertanian. Kata kunci: pengangguran terselubung, usia, pendidikan, upah, jenis kelamin, status rumah tangga, dan lapangan pekerjaan