Fenomena dari penelitian ini adalah peristiwa ketika nilai mata uang rupiah mencapai 15.000-an per dolar AS di tahun 2018. Nilai ini tidak pernah dicapai sejak krisis moneter 20 tahun lalu. Penelitian ini berupa studi peristiwa yang bertujuan untuk melihat apakah terdapat reaksi pasar ketika nilai rupiah berfluktuasi sebelum dan setelah rupiah mencapai 15.000-an per dolar AS dan ketika rupiah mencapai 15.000-an per dolar AS, serta apakah terdapat perbedaan reaksi investor sebelum dan setelah rupiah mencapai 15.000-an per dolar AS. Sampel penelitian ini adalah saham perusahaan ekspor pertambangan dan tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan uji t dan uji beda sampel berpasangan. Hasil dari penelitian ini adalah Abnormal Return tidak selalu negatif pada hari-hari penguatan nilai rupiah dan tidak selalu positif pada hari-hari pelemahan nilai rupiah di sekitar pelemahan rupiah yang mencapai lebih dari 15.000 per dolar. Temuan ini menunjukkan bahwa Abnormal Return tidak ditentukan secara signifikan mengikuti perubahan dari nilai rupiah. Sebagai tambahan, uji beda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara reaksi saham sebelum dan sesudah rupiah mencapai 15.000-an per dolar AS. Di sisi lain, penelitian ini mengindikasikan bahwa investor bereaksi signifikan ketika rupiah mencapai 15.000-an per dolar AS. Berdasarkan temuan ini, partisipan pasar modal harus memertimbangkan nilai dari fluktuasi rupiah khususnya ketika nilai rupiah menunjukkan kecenderungan untuk meningkat melebihi satu digit (dalam ribuan rupiah).Kata kunci:Â Â Â Â studi persitiwa, abnormal returns, reaksi pasar,fluktuasi nilai mata uang