Perubahan paradigma perekonomian yang awalnya konvensional menjadi knowledge-based melahirkan fenomena perdagangan atau transaksi melalui media digital di Indonesia. Dengan hadirnya era ekonomi baru yang dipelopori oleh kecanggihan teknologi dan ilmu pengetahuan menyebabkan banyak perusahaan turut berlomba-lomba berinvestasi dalam memajukan strategi sistem informasi yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Intellectual Capital sebagai salah satu aset strategis diharapkan dapat menstimulasi strategi sistem informasi perusahaan sebagai sarana penciptaan value added. Berdasarkan hasil studi kasus pada PT KiosonKomersial Indonesia Tbk, disimpulkan bahwa ketiga komponen intellectual capital berperan dalam menstimulasi terjadinya inovasi dimana human capital (HC) berperan sebagai aktuator kedua komponen lainnya yaitu structural capital (SC) dan relational capital (RC). SC berperan sebagai complementary asset bagi HC dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki dalam upaya mendorong terjadinya inovasi dan pengembangan produk yang berpedoman pada penggunaan hasil pengolahan data pada tingkat transactional melalui mekanisme, fasilitas, serta alat pendukung lainnya. Sedangkan RC dinilai komponen yang paling berhubungan langsungdengan nilai Perseroan karena diukur melalui kepuasan, loyalitas pihak eksternal yang dianggal memiliki dampak signifikan terhadap income Perseroan.Kata Kunci: Strategi Sistem Informasi, Intellectual Capital, Studi Kasus.