Rahajeng, Endra Tri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN METODE JOB ORDER COSTING (STUDI KASUS PADA USAHA BATIK TULIS BLIMBING MALANG) Rahajeng, Endra Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Blimbing Malang merupakan sebuah industri yang memproduksi batik tulis khas Malang. Batik Blimbing Malang memproduksi produk berdasarkan pesanan dari konsumen. Agar tetap mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan dalam dunia industri batik maka, Batik Blimbing Malang perlu untuk melakukan penghitungan harga pokok produksi dengan akurat. Penghitungan harga pokok produksi dapat digunakan sebagai dasar dalam penetapan harga jual, agar harga jual batik tulis dapat bersaing dipasaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi penghitungan harga pokok produksi Batik Tulis Blimbing Malang berdasarkan penghitungan perusahaan dan berdasarkan penghitungan menggunakan metode job order costing, kemudian membandingkan hasil penghitungan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan Batik Blimbing Malang dan data primer berupa wawancara guna mendukung tujuan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil penghitungan harga pokok produksi berdasarkan penghitungan perusahaan dan metode job order costing. Hasil penghitungan harga pokok produksi berdasarkan penghitungan perusahaan lebih kecil yaitu sebesar Rp216.558 perhelai kain batik tulis pesanan, sedangkan hasil penghitungan menggunakan metode job order costing sebesar Rp 337.036 per helai kain batik tulis pesanan. Adanya selisih penghitungan harga pokok produksi sebesar Rp 120.478, karena terdapatnya unsur-unsur biaya yang seharusnya dimasukkan kedalam penghitungan harga pokok produksi tetapi tidak dimasukkan oleh perusahaan.Kata Kunci: Biaya produksi, Metode Job Order Costing, Harga Pokok Produksi
ANALISIS PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN METODE JOB ORDER COSTING (Studi Kasus pada Usaha Batik Tulis Blimbing Malang) Rahajeng, Endra Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 5 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Blimbing Malang merupakan sebuah industri yang memproduksi batik tulis khas Malang. Batik Blimbing Malang memproduksi produk berdasarkan pesanan dari konsumen. Agar tetap mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan dalam dunia industri batik maka, Batik Blimbing Malang perlu untuk melakukan penghitungan harga pokok produksi dengan akurat. Penghitungan harga pokok produksi dapat digunakan sebagai dasar dalam penetapan harga jual, agar harga jual batik tulis dapat bersaing dipasaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisi penghitungan harga pokok produksi Batik Tulis Blimbing Malang berdasarkan penghitungan perusahaan dan berdasarkan penghitungan menggunakan metode job order costing, kemudian membandingkan hasil penghitungan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan Batik Blimbing Malang dan data primer berupa wawancara guna mendukung tujuan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil penghitungan harga pokok produksi berdasarkan penghitungan perusahaan dan metode job order costing. Hasil penghitungan harga pokok produksi berdasarkan penghitungan perusahaan lebih kecil yaitu sebesar Rp216.558 perhelai kain batik tulis pesanan, sedangkan hasil penghitungan menggunakan metode job order costing sebesar Rp 337.036 per helai kain batik tulis pesanan. Adanya selisih penghitungan harga pokok produksi sebesar Rp 120.478, karena terdapatnya unsur-unsur biaya yang seharusnya dimasukkan kedalam penghitungan harga pokok produksi tetapi tidak dimasukkan oleh perusahaan.Kata Kunci: Biaya produksi, Metode Job Order Costing, Harga Pokok Produksi