Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak tata kelola perusahaan terhadap kinerja keuangan melalui tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, menggunakan sampel dari 11 perusahaan terkemuka dari industri tembakau dan rokok serta industri farmasi di Indonesia dari tahun 2014 - 2017. Jurnal dan Pembahasan tentang topik ini memiliki hasil yang sangat beragam dengan berbagai tempat dan latar belakang yang berbeda selama bertahun-tahun. Tulisan ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan pengetahuan untuk penelitian yang terjadi di Indonesia. Terlepas dari argumen tentang ukuran dewan dan kinerja keuangan, penelitian ini menemukan bahwa ukuran dewan memiliki hubungan positif terhadap kinerja keuangan sementara frekuensi rapat tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan gagal untuk bertindak sebagai variabel mediasi dalam penelitian ini. Kinerja keuangan diukur dengan ROA dan ROE. Kami menyimpulkan bahwa bahkan dengan peraturan dari pemerintah yang mengharuskan perusahaan untuk mengungkap aktivitas tanggung jawab sosialnya, telah menjadi jelas bahwa para pemilik kepentingan lain dalam pasar lokal tidak terlalu memperhatikan dan/atau mementingkan hal tersebut.Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial, Ukuran Jajaran Direktur, Frekuensi Meeting, Perfoma Finansial