Syafaah, Lusi Roaitu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEMULUNG DI KOTA MALANG (Studi Kasus: TPA Supit Urang Desa Mulyorejo Kota Malang) Syafaah, Lusi Roaitu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan  limbah yang dihasilkan dari  aktivitas manusia.  Jumlah  atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang atau material yang gunakan sehari-hari.  Sampah di mata masyarakat  secara  umum  cenderung  dianggap  sebagai  hal yang meresahkan karena keberadaannya yang menjijikkan, berbau menyangat dan banyak lalat, namun di sisi lain sampah tidak lagi bisa dianggap sebagai sesuatu yang membuat resah akan tetapi justru membawa berkah tersendiri bagi mereka yang menjadi pemulung sampah.   Tekanan  kemiskinan  dan  keterbatasan  peluang  kerja yang dialami pemulung menyebabkan ”bargaining position” mereka  sangat  lemah, akan  tetapi  keterbatasan  ini  tidak terwujud  dalam  bentuk  keterasingan. Secara  fisik  pemulung di Kota Malang tidak  lagi  dapat dikatakan terisolasi dan terasingkan. Keterbatasan sosial ini lebih terwujud pada ketidak mampuan pemulung dalam mengambil bagian pada kegiatan ekonomi pasar. Selain itu keberadaan pemulung juga  sering  dikesampingkan  oleh  sebagian masyarakat,  karena  itulah  mereka  mengalami  nasib terpinggirkan (marginal) dari proses kemajuan.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian  ini  adalah penelitian deskriptif dengan metode  kuantitatif.  Berdasarkan  penelitian yang dilakukan di kawasan TPA Supit  Urang Kota Malang, menunjukkan bahwa; Pemulung mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pengumpulan sampah dari beberapa titik yang ada pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) di berbagai sudut Kota Malang hingga sampah terkumpul di Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang yang berlokasi di Dusun  Mulyorejo, Kecamatan  Sukun, Kota Malang. Pemulung  sampah mengelola  sampah dengan cara menyortir hasil, kemudian menjualnya kepada pengepul  sampah. Adapun hal yang paling mempengaruhi dalam peningkatan pendapatan di antara kelima variabel yang meliputi curahan waktu kerja, status pekerjaan, usia pekerja, pengalaman, dan jarak, variabel usia memberikan pengaruh yang dominan terhadap pendapatan pemulung di kota Malang.Kata Kunci: Pemulung, Sampah, marginal
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEMULUNG DI KOTA MALANG (Studi Kasus: TPA Supit Urang Desa Mulyorejo Kota Malang) Syafaah, Lusi Roaitu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan  limbah yang dihasilkan dari  aktivitas manusia.  Jumlah  atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang atau material yang gunakan sehari-hari.  Sampah di mata masyarakat  secara  umum  cenderung  dianggap  sebagai  hal yang meresahkan karena keberadaannya yang menjijikkan, berbau menyangat dan banyak lalat, namun di sisi lain sampah tidak lagi bisa dianggap sebagai sesuatu yang membuat resah akan tetapi justru membawa berkah tersendiri bagi mereka yang menjadi pemulung sampah.   Tekanan  kemiskinan  dan  keterbatasan  peluang  kerja yang dialami pemulung menyebabkan ”bargaining position” mereka  sangat  lemah, akan  tetapi  keterbatasan  ini  tidak terwujud  dalam  bentuk  keterasingan. Secara  fisik  pemulung di Kota Malang tidak  lagi  dapat dikatakan terisolasi dan terasingkan. Keterbatasan sosial ini lebih terwujud pada ketidak mampuan pemulung dalam mengambil bagian pada kegiatan ekonomi pasar. Selain itu keberadaan pemulung juga  sering  dikesampingkan  oleh  sebagian masyarakat,  karena  itulah  mereka  mengalami  nasib terpinggirkan (marginal) dari proses kemajuan.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian  ini  adalah penelitian deskriptif dengan metode  kuantitatif.  Berdasarkan  penelitian yang dilakukan di kawasan TPA Supit  Urang Kota Malang, menunjukkan bahwa; Pemulung mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pengumpulan sampah dari beberapa titik yang ada pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) di berbagai sudut Kota Malang hingga sampah terkumpul di Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang yang berlokasi di Dusun  Mulyorejo, Kecamatan  Sukun, Kota Malang. Pemulung  sampah mengelola  sampah dengan cara menyortir hasil, kemudian menjualnya kepada pengepul  sampah. Adapun hal yang paling mempengaruhi dalam peningkatan pendapatan di antara kelima variabel yang meliputi curahan waktu kerja, status pekerjaan, usia pekerja, pengalaman, dan jarak, variabel usia memberikan pengaruh yang dominan terhadap pendapatan pemulung di kota Malang.Kata Kunci: Pemulung, Sampah, marginal