Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Serat dan Cairan Terhadap Pola Defekasi Pada Siswa SMA Negeri 1 Lhokseumawe Putri Syahfa, Dhifa; Nadira, Cut Sidrah; Rahayu Fonna, Tischa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2902

Abstract

Pemeliharaan kesehatan pencernaan dapat dipenuhi jika mengonsumsi serat dan cairan sesuai anjuran dan kebutuhan. Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat yang paling mudah ditemukan. Serat dan cairan berkontribusi terhadap pola defekasi. Kelainan pola defekasi dapat disebabkan karena kurangnya konsumsi serat dan cairan. Berdasarkan data World Health Organization kelainan pola defekasi di dunia mencapai 10-15%. Pola defekasi berbeda-beda setiap individu dan dipengaruhi beberapa faktor salah satunya tingkat pengetahuan tentang serat dan cairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Lhokseumawe tentang serat dan cairan terhadap pola defekasi. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 322 responden. Pengambilam sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan pola defekasi menggunakan Bristol Stool Chart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden terbanyak berada pada kategori tingkat pengetahuan baik (70,2%), frekuensi defekasi cukup (97,5%), dan konsistensi defekasi normal (86,3%). Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil analisis bivariat didapatkan p value > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang serat dan cairan terhadap pola defekasi pada siswa SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Keywords : Tingkat pengetahuan; Serat; Cairan; Pola defekasi
Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pengobatan Bronkopneumonia Anak Dengan Pendekatan Metode Gyssens Di RSUD Cut Meutia Aceh Utara Amanda Helsah, Raissa; Mardiati, Mardiati; Rahayu Fonna, Tischa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3663

Abstract

Bronkopneumonia adalah radang paru-paru pada bagian lobularis yang disebabkan oleh berbagai spesies mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing. Hal ini menyebabkan bronkopneumonia menjadi infeksi tunggal terbesar kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Terapi pengobatan yang umumnya digunakan untuk mengatasi penyakit bronkopneumonia adalah dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan pengobatan kurang efektif, tingkat keamanan obat menurun, meningkatnya resistensi, dan mahalnya biaya pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pengobatan bronkopneumonia anak dengan pendekatan metode Gyssens di ruang rawat inap RSUD Cut Meutia Aceh Utara tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif kemudian dianalisis menggunakan diagram alur metode Gyssens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik meliputi sefotaksim (71,3%), seftriakson (15%), meropenem (11,3%), kombinasi sefotaksim dan gentamisin (2,5%). Berdasarkan penilaian kualitas penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens diperoleh hasil bahwa terdapat antibiotik yang diresepkan termasuk dalam kategori III B (3,8%), kategori IV A (11,3%), dan kategori 0 (85%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia anak di ruang rawat inap RSUD Cut Meutia Aceh Utara tahun 2022 beberapa diantaranya masih belum rasional.