Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM PENGATURAN PENCAHAYAAN PADA RUANG KULIAH UNTUK MENDUKUNG PROGRAM HEMAT ENERGI BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK Wilyanto, Wilyanto; Firdaus, Firdaus; Pramono, Wahyudi Budi; Nurcahyani, ida
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKonsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu institusi yang cukup banyak mengonsumsi energi listrik adalah kampus, terutama untuk kebutuhan penerangan dan pendingin ruangan. Salah satu upaya penghematan listrik adalah dengan melakukan pengaturan konsumsi energi listrik menggunakan teknologi. Pada penelitian ini, akan dibuat prototype sistem yang dapat mengontrol intensitas cahaya pada ruangan sesuai dengan kondisi ruangan sehingga bisa menghemat konsumsi listrik. Dalam pengujian didapat LDR memiliki nilai keluaran 1,4 V ketika kondisi gelap dan 2,2 V ketika kondisi terang. Perubahan intensitas cahaya lampu dikendalikan berdasar nilai yang diperoleh dari sensor cahaya (LDR) dengan menggunakan mikrokontroler. Datanya dikirimkan secara nirkabel melalui Xbee-proS2B menggunakan standar komunikasi zigbee. Kata kunci: LDR, hemat listrik, pengaturan cahaya, wireless sensor network, zigbee
SISTEM MONITORING KUALITAS AIR PADA KOLAM IKAN BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK MENGGUNAKAN KOMUNIKASI ZIGBEE Lintang, Elba; Firdaus, Firdaus; Nurcahyani, ida
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas air merupakan parameter utama dalam keberhasilan usaha perikanan. Air dengan kadar keasaman (pH) yang terlalu asam atau basa dapat menyebabkan kegagalan budidaya ikan. Suhu air juga dapat mempengaruhi tingkat kematian ikan. Apabila suhu tidak sesuai maka ikan akan mati. Pada penelitian ini dibangun alat yang berfungsi untuk membantu mengontrol kualitas air kolam berbasis wireless sensor network. Piranti yang diperlukan adalah sensor keasaman (pH), sensor suhu dan Xbee PRO sebagai media komunikasi nirkabel berstandar zigbee. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa sensor keasaman (pH) mampu menjangkau pH nilai 1 sampai dengan 14, serta memiliki akurasi diatas 90 % dengan kertas pH meter sebagai pembanding. Sensor suhu juga memiliki akurasi diatas 90 %. Kata kunci: monitoring, pH, suhu, wireless sensor network, zigbee
Pelatihan Kinerja Kelompok Ternak dalam Mendukung Kemandirian Usaha Peternak di Klaten Budiyanto, Almira; Nurcahyani, Ida; Chalifasantri, Genta; Widi Danova, Sonya
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol7.iss2.art3

Abstract

Konsumsi daging kambing di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya kesadaran akan pemenuhan gizi masyarakat. Hal ini mendorong para peternak kambing untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha peternakan. Kelompok Peternak Kambing Dusun Nglengkong merupakan kelompok peternak kambing yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai standardisasi pakan, penggemukan ternak, tata kelola kandang, dan pemanfaatan teknologi guna menunjang pemasaran hasil ternak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui pelatihan manajemen peternakan dan pemanfaatan teknologi pemasaran. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, dan sesi tanya jawab terkait pengelolaan kandang sesuai standar serta pemilihan bibit unggul. Kegiatan dilaksanakan melalui satu kali penyuluhan kepada anggota kelompok ternak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan peternak secara signifikan pada aspek kesehatan ternak, breeding, pemasaran, dan pengelolaan kandang, dengan tingkat pemahaman peserta meningkat dari 7,41–22,22% sebelum penyuluhan menjadi 100% setelah penyuluhan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak dan mendukung pengelolaan usaha peternakan kambing yang lebih baik dan berdaya saing.